Gangga Risma

Oleh Dahlan Iskan

Gangga Risma
Foto: disway.id

Ibadah lain adalah memberi makan burung. Seisi perahu menyebarkan makanan burung ke air --yang dibeli bersamaan dengan beli bunga.

Ratusan burung terbang rendah di permukaan air. Mematuk makanan yang mengambang. Momen itu sangat asyik untuk ber-selfie. Dikelilingi burung yang terbang memutar.

Setelah itu perahu menuju sisi seberang sungai. Ke arah yang tepian sungainya dangkal. Di situlah mereka terjun ke sungai. Bermandi air suci.

Sambil mandi bisa melihat Kota Varanasi yang memanjang sejauh 7 km.

Bangunan yang paling pinggir sungai adalah rumah-rumah kampung miskin tadi. Yang padat itu.

Ups, salah.

Ada juga dua-tiga hotel besar. Ada lagi beberapa rumah mewah. Milik orang kaya dari Mumbai, Delhi, dan kota besar lainnya.

Dengan memiliki rumah di situ orang kaya tersebut bisa sembahyang di Sungai Gangga tanpa harus melewati gang tikus.

Hanoman ternyata dewa yang terfavorit di kalangan laki-laki. Dalam perjalanan menuju Kuil Hanoman ini pikiran saya melayang ke Surabaya: mengapa Varanasi tidak mengangkat Bu Risma sebagai wali kotanya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News