Gayus Diperalat Jaringan Koruptor Tua

Gayus Diperalat Jaringan Koruptor Tua
Gayus Diperalat Jaringan Koruptor Tua
Bambang juga menjelaskan sungguh di luar kebiasaan memberi kepercayaan begitu besar kepada seorang pemuda tanpa pengalaman. Tapi, ternyata itu menjadi modus para operator korupsi berjamaah. Yakin dilindungi para atasannya di kantor, Gayus pun leluasa melakukan negosiasi dan kompromi dengan WP badan (perusahaan). Apalagi para atasannya sudah membangun kolusi dengan penegak hukum dan aparat pengadilan.

 Kalau pada Gayus sendiri terkumpul hasil jarahan sebesar itu, total uang pajak negara yang dijarah pasti puluhan kali lipat besarnya. Artinya, lanjut Bambang, kalau hasil jarahan Gayus yang disetorkan ke atasannya diakumulasi, akan tersaji nilai pencurian uang negara oleh sekelompok oknum Ditjen pajak yang besarnya sangat fantastis.

Menurut Bambang, kalau tidak didukung penuh para atasannya di kantor, masyarakat tidak akan pernah mengenal Gayus. Kalau hasil penggelapan pajak itu dimakan sendiri oleh Gayus, dia sudah dihabisi para atasannya di kantor. Justru karena Gayus selalu dan pasti membagikan hasil jarahannya, posisinya awet. Bahkan mungkin dijaga para atasannya. Namun, ketika kasus korupsi itu terungkap, kita bisa lihat bahwa hanya Gayus yang dikorbankan dan dijadikan tameng oleh para atasannya.

Oleh karena itu untuk mencegah lahirnya generasi baru PNS yang bermental korup, sekaranglah momentumnya memerangi jaringan korupsi berjamaah yang sudah lama dibangun di hampir semua instansi pemerintah, tandasnya. (fas/jpnn)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengingatkan birokrat muda harus waspada dan tak mudah terperangkap ajakan korupsi berjamaah oleh


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News