Gerhana Matahari Terlama 'Gelapkan' Asia

Gerhana Matahari Terlama 'Gelapkan' Asia
LANGKA - Sejumlah besar umat Hindu di India, khususnya di kawasan kota Varanasi, menyaksikan sekaligus memperingati peristiwa langka gerhana matahari, Rabu (22/7) pagi, sembari berendam di Sungai Gangga. Foto: AFP/Pedro Ugarte.
TAREGNA - Gerhana matahari terlama sepanjang abad ke-21 yang terjadi Rabu (22/7) pagi tadi, menjadi salah satu peristiwa paling menarik di sebagian besar kawasan Asia, khususnya di sekitar kawasan India hingga Cina. Jutaan, bahkan ratusan juta orang dilaporkan keluar rumah untuk menyaksikan kejadian langka ini, namun sebaliknya, ada jutaan lainnya pula yang justru mengurung diri di rumah.

Seperti diberitakan AP dan dimuat situs FoxNews, sebagian masyarakat di India misalnya, adalah yang termasuk 'menghindar' dari fenomea alam tersebut, lantaran percaya dengan mitos dan cerita tahyul. Ada banyak kisah tahyul yang beredar di negeri itu dan masih diyakini sejumlah orang. Salah satunya adalah bahwa gerhana terjadi karena ada setan naga yang menelan matahari.

Gerhana matahari kali ini sendiri memang merupakan yang terlama sepanjang abad ini. Di beberapa bagian negara Asia, peristiwa langka ini tercatat berlangsung sampai 6 menit 39 detik. Gerhana kali ini memang khusus dapat dilihat jelas di kawasan Asia, dengan posisi pergerakan ke utara dan timur terutama di daerah India, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Bhutan, serta Cina.

Di India, awan tebal yang sempat menyelimuti sebagian besar kawasan, menghalangi pemandangan ke arah matahari ketika gerhana baru dimulai saat fajar. Namun kemudian, awan tersebut mulai menghilang di sejumlah kota, beberapa menit menjelang puncak gerhana, sekitar pukul 06.24 waktu setempat.

TAREGNA - Gerhana matahari terlama sepanjang abad ke-21 yang terjadi Rabu (22/7) pagi tadi, menjadi salah satu peristiwa paling menarik di sebagian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News