GESS Indonesia Pamerkan Produk dan Solusi Pendidikan

GESS Indonesia Pamerkan Produk dan Solusi Pendidikan
GESS Indonesia. Foto: Ist

jpnn.com - JAKARTA - Tingkat adopsi alat digital di sekolah Indonesia saat ini masih tergolong sangat rendah. Hal itu menjadi perhatian para pakar pendidikan di Indonesia.

Para pakar pendidikan akan berkumpul dalam acara GESS Indonesia 2016 di Jakarta Convention Center, 14-16 September.  Mereka akan membuat suatu perubahan dorongan digital besar-besaran untuk meningkatkan sektor pendidikan di Indonesia.

Sebagai pameran dan konferensi pendidikan paling bergengsi di Asia Tenggara, GESS Indonesia mengumpulkan pemerhati pendidikan dari dalam dan luar negeri. Mereka akan menjelaskan tantangan pendidikan digital dan peluang Indonesia untuk menjadi pembeli kelas dunia, bersamaan dengan Tiongkok, India, Brasil dan Amerika Serikat untuk kategori produk mobile learning pada 2017.

Menurut data Ambient Insight, pasar mobile learning global diperkirakan akan mencapai  USD 12,2 miliar dalam dua tahun.

"Indonesia saat ini berada pada tingkat rendah dalam pengadopsian alat digital. Namun beberapa daerah telah menunjukan usaha yang cukup signifikan dan patut diapresiasi dalam penyebarannya,” kata Craig Hansen, tenaga pendidikan di salah satu sekolah di Jakarta dan ahli TIK dan e-learning.

“Sekolah dan guru juga sudah mulai berinventasi pada ide kreatif yang akan meningkatkan penggunaan alat digital sehingga anggaran tidak terpengaruhi secara drastis," tambah pria yang merupakan salah satu partisipan yang akan tampil di GESS Indonesia membahas Virtual Learning di dalam Kelas, bersama para pelopor Google Educator Group lainnya, Steven Sutantro dan Gusman Adi.

Penggunaan teknologi mempunyai bagian cukup besar dalam GESS Indonesia dan bertujuan saling berbagi cara memanfaatkan media digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran.

Selain itu, perusahaan penyedia sarana prasarana pendidikan akan memamerkan produk dan solusi terbaru yang dapat membantu memajukan pembangunan pendidikan Indonesia, sebagaimana tujuan pameran ini diadakan.

JAKARTA - Tingkat adopsi alat digital di sekolah Indonesia saat ini masih tergolong sangat rendah. Hal itu menjadi perhatian para pakar pendidikan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News