Gubernur Isran Noor Buka Suara Soal Warga Kaltim Menolak IKN

Gubernur Isran Noor Buka Suara Soal Warga Kaltim Menolak IKN
Presiden Jokowi dan Gubernur Kaltim Isran Noor melihat lokasi pembangunan Ibu Kota Negara, beberapa waktu lalu. Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

jpnn.com, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor buka suara terkait soal adanya masyarakat Kaltim menolak ibu kota negara (IKN).

Mantan Bupati Kutai Timur itu menegaskan tidak ada penolakan yang dilakukan masyarakatnya terkait penetapan wilayah Kaltim sebagai IKN.

Bahkan menurut Isran Noor, sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan Kaltim menjadi IKN pada 26 Agustus 2019 hingga pengesahan UU IKN oleh DPR pada Selasa (18/1), masyarakat Kaltim mendukung penuh.

"Tidak masalah, tidak ada klaim-klaim, apalagi penolakan," tegas Isran Noor, Kamis (20/1).

Dia juga menepis adanya wacana masyarakat Kaltim akan terpinggirkan dengan keberadaan pendatang yang mencapai jutaan orang di IKN baru.

Isran Noor menegaskan masyarakat Kaltim tidak memiliki jejak yang buruk dalam urusan toleransi, keberagaman, termasuk keterbukaan menerima pendatang.

"Penduduk asli Kaltim itu sedikit, yang banyak itu dari Jawa 35 persen, Sulawesi 20 persen, sisanya campur dengan suku lain, termasuk suku asli Dayak, Kutai. Campur sama Banjar dan lainnya. Mereka hidup berdampingan tidak ada masalah," tegasnya.

Sementara soal klaim sekelompok masyarakat minta untuk dilibatkan, menurut Gubernur itu suatu hal yang biasa dan patut dipenuhi.

Gubernur Kaltim Isran Noor buka suara menanggapi kabar adanya warga Kaltim yang menolak IKN. Simak penjelasannya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News