Gus Jazil: Gotong Royong Perekat Bangsa untuk Hadapi Pandemi

Gus Jazil: Gotong Royong Perekat Bangsa untuk Hadapi Pandemi
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memberikan buku kepada salah satu tamu yang menghadiri. Foto; dok Humas MPR RI

jpnn.com, BANDUNG - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan aksi sosial Serikat Rakyat Gotong Royong (SRGR) digagas dengan tujuan untuk memunculkan kembali gotong royong kepada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari di masa pandemi.

Sebab, dampak pandemi Covid-19 yang belum reda itu tidak hanya menganggu kesehatan dan perekonomian masyarakat saja, tetapi meluas sampai merenggangkan hubungan sosial antar sesama warga.

Jika hal itu dibiarkan bisa berpotensi besar mengikis nilai-nilai luhur bangsa yang sudah menjadi jati diri rakyat Indonesia sejak dahulu seperti gotong royong.

"Saya rasa bangsa Indonesia perlu diketuk untuk kembali menyadari bahwa nilai luhur bangsa adalah solusi untuk menghindari kerusakan sosial yang makin parah akibat pandemi," katanya, saat hadir dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR dan Launching (SRGR) Bersama Keluarga Besar Modified Motorcycle Club (MMC) Outsiders Indonesia dan Klub Komunitas Kota Bandung.

Acara yang digelar di Bumi Sangkuriang, Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/9) itu dihadiri anggota MPR Fraksi PKB Syaiful Huda, Mastermind MMC Isfandiari, dan Sekjen MMC Khressna.

Selain itu ada perwakilan beberapa komunitas di kota Bandung antara lain, Bandidos Motor Club(MC), Satu Darah MC, Blue Ranger MC, Crazy Wheels MC, dan beberapa komunitas kesenian sebagai peserta.

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) SRGR bukanlah hal yang besar, tetapi merupakan ikhtiar kami bersama rakyat berkontribusi memberikan apa yang bisa membantu menyelesaikan masalah bangsa.

Pria yang akrab disapa Gus Jazil mengingatkan bangsa itu terbentuk karena gotong royong yang kuat dari seluruh anak bangsa.

Wakil Ketua MPR Gus Jazil mengatakan aksi sosial Serikat Rakyat Gotong Royong (SRGR) digagas bertujuan untuk memunculkan kembali gotong royong kepada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari di masa pandemi.