Gus Miftah Bertanya, Hasto Beber soal Sarung, Sikap Bu Mega atas Palestina dan PDIP Rumah Islam

Gus Miftah Bertanya, Hasto Beber soal Sarung, Sikap Bu Mega atas Palestina dan PDIP Rumah Islam
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama dai kondang Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah usai perayaan Harlah ke-95 NU di DPP PDIP, Minggu (31/1). Foto: DPP PDIP

Sekjen Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) itu lantas membeber kedekatan PDIP dengan kalangan NU. Megawati, kata Hasto, pernah menceritakan soal Bung Karno menerima tamu-tamu yang datang bersarung dan bersandal.

Ternyata, tamu-tamu Proklamator RI itu adalah para kiai NU. Di situlah Megawati memperoleh pelajaran dari ayahnya tentang Indonesia dibangun dengan susah payah oleh kaum nasionalis dan religius.

Hasto menambahkan, Megawati juga mengajarkan kepada kader-kader PDIP tentang prinsip semua manusia ialah saudara. Karena spirit kemanusiaan itu pula Megawati mendukung kemerdekaan Palestina.

Megawati ketika menjadi Presiden RI, kata Hasto, secara tegas menolak mendukung serangan Amerika Serikat terhadap Irak. Presiden AS George W Bush pun empat kali menelepon Megawati demi memperoleh dukungan Indonesia.

"Ibu Megawati mengatakan, 'tanpa persetujuan PBB, no (tidak, red)'. Sebab, kemerdekaan adalah hak segala bangsa," tegas Hasto.

Dalam kesempatan itu Hasto juga menegaskan komitmen PDIP terhadap Islam. Menurutnya, PDIP memiliki organisasi sayap bernama Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).

Hasto menuturkan, pendirian Bamusi tidak terlepas dari para tokoh NU maupun Muhammadiyah seperti KH Hasyim Muzadi, Buya Syafii Ma'arif dan KH Din Syamsuddin. "Visinya (Bamusi, red) mewujudkan Islam Nusantara yang berkemajuan bagi Indonesia Raya," tutur Hasto.

Gus Miftah pun menimpali. "Jadi NU-nya kena, Muhammadiyah kena," ujarnya. "Namanya Baitul Muslimin, jadi rumahnya orang Islam," kata dai asal Yogyakarta itu.(ast/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Gus Miftah pun penasaran dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang tampil bersarung pada acara perayaan Harlah ke-95 NU.


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News