Hadiri Bedah Buku di UGM, Waketum MUI Kiai Marsudi Bicara Fondasi Utama Demokrasi

Hadiri Bedah Buku di UGM, Waketum MUI Kiai Marsudi Bicara Fondasi Utama Demokrasi
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI) KH Marsudi Syuhud saat menghadiri bedah buku berjudul “Pancasila dari Indonesia untuk Dunia" yang digelar oleh BPIP di Universitas Gadah Mada, Yogyakarta, Rabu (21/2/2024). Foto: Dok. BPIP

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI) KH Marsudi Syuhud membeberkan demokrasi di negara Muslim atau negara berpenduduk mayoritas muslim bisa berjalan jika minimal empat fondasi utama demokrasi.

Kiai Marsudi menyampaikan hal itu saat menghadiri bedah buku berjudul “Pancasila dari Indonesia untuk Dunia" yang digelar oleh BPIP di Universitas Gadah Mada, Yogyakarta, Rabu (21/2/2024).

Menurut Kiai Marsudi, empat fondasi demokrasi tersebut yaitu adanya proses pengambilan kebijakan.

Dia menjelaskan keputusan kebijakan harus dilaksanakan dengan cara musyawarah. Di Indonesia jelas sekali, lembaga musyawarahnya, MPR, DPR. Pengambilan keputusan semuanya melalui musyawarah.

“Dengan demikian, sebutan negara kita adalah negara konsensus, negara kesepakatan, negara yang menurut MUI adalah Negara Darutsaqofah dan NU menyebutnya Negara Almu'ahadah Alwathoniyah serta Muhammadiyah Negara Darul 'ahdi Wasyahadah,” kata Kiai Marsudi yang juga tokoh Nahdlatul Ulama ini.

Kedua, Kiai Marsudi negara yang memastikan kemaslahatan dan hak hak pribadi/individu terjamin dan berjalan.

Ketiga, kemaslahatan umum yang harus dilaksanakan pemerintah untuk kepentingan umum, tidak semuanya diserahkan ke privat.

Keempat, gotong royong, solidaritas antarseluruh golongan untuk dukung-mendukung membangun bangsa. Nilai-nilai ini bisa ditemukan dalam Pancasila.

Kiai Marsudi Syuhud membeberkan demokrasi di negara Muslim atau negara berpenduduk mayoritas muslim bisa berjalan jika minimal empat fondasi utama demokrasi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News