Hamdalah, RS Polri Telah Identifikasi 20 Jenazah

Hamdalah, RS Polri Telah Identifikasi 20 Jenazah
Keluarga korban memperlihatkan foto dua adiknya yang berumur 16 dan 17 tahun, yang baru dua minggu bekerja di pabrik petasan yang meledak, di RSU Kabupaten Tangerang. Foto: M. Jakwan/Tangerang Ekspres/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 20 jenazah korban kebakaran gudang PT Panca Buana Cahaya Sukses telah diidentifikasi tim Postmortem RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Dari 20 jenazah tersebut, belum ada satu pun yang diklaim oleh keluarga.

"Baru 20 kantong jenazah diperiksa tim forensik. Ini kami bertahap, ya," kata Kepala Instalansi Forensik Rumah Sakit Polri Kramatjati Kombes Edy Purnomo di kantornya, Jumat (27/10).

Menurut Edy, pihaknya masih akan memeriksa 27 jenazah lagi. Lambatnya pemeriksaan disebabkan bentuk jenazah korban yang terbakar keseluruhannya.

"Karena kondisi (korban gosong) jadi diperiksa secara bertahap," kata Edy.

Dia menilai, kondisi jenazah korban kebakaran pabrik petasan tersebut sangat sulit diidentifikasi. Berdasarkan pengalaman Edy, tingkat kesulitannya melebihi proses identifikasi korban kebakaran kapal KM Zahro.

"Kesulitannya sangat tinggi diidentifikasi jenazah kondisi rata- rata gosong. Apalagi TKP juga meledak, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Berbeda dengan korban kapal KM. Zahro, yang hanya terbakar," tandas Edy. (Mg4/jpnn)


Sebanyak 20 jenazah korban kebakaran gudang PT Panca Buana Cahaya Sukses telah diidentifikasi tim Postmortem RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News