JPNN.com

Hidup Makmur tapi Kepincut SPG Rokok, jadi tak Sayang Istri

Selasa, 06 Maret 2018 – 08:29 WIB Hidup Makmur tapi Kepincut SPG Rokok, jadi tak Sayang Istri - JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Secara umum, pria akan tertarik dengan perempuan cantik, dengan postur tinggi semampai.

Tapi, kalau sudah mempunyai istri, jangan coba-coba mengumbar nafsu. Risikonya besar. Yakni, kehilangan segalanya. Seperti yang dialami Markucel, 29, warga Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jatim.

Selama dua tahun berumah tangga dengan Markonah, 26, warga Kedungkandang, Kota Malang, Markucel hidup makmur.

Meski penghasilannya sebagai buruh lepas tidak menentu, dia mendapatkan fasilitas lebih dari mertuanya. Ke mana-mana Markucel mengendarai sepeda motor baru, serta tinggal di rumah mewah.

Kemewahan itu pula yang membuat Markucel lupa. Saat asyik nongkrong di salah satu kafe di Kota Malang, dia bertemu Srintil, 20, warga Klojen, Kota Malang.

Saat itu, Srintil yang bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) menawari rokok. Agar barang dagangannya laku, tentu Srintil bermanis-manis terhadap calon konsumennya, termasuk Markucel.

Rupanya, Markucel kepincut dengan kecantikan Srintil. Semua rokok yang ditawarkan Srintil dibelinya, asalkan mendapatkan nomor WhatsApp.

Tentu kesempatan itu tidak disia-siakan Srintil. Baginya, yang penting jualannya lancar.

Berawal dari komunikasi via WhatsApp itulah hubungan Markucel dan Srintil berlanjut. Bahkan, keduanya tidak sekadar berkomunikasi via ponsel, tapi sampai ke ranjang.

Markucel yang merasakan servis Srintil pun kepincut. Hampir setiap minggu dia mengajak Srintil jalan-jalan yang kemudian lanjut ke kamar untuk ber-hohohihi.

Kedekatannya dengan Srintil membuat hubungannya dengan Markonah renggang.

Sebagai istri, Markonah mulai mencurigai perilaku suaminya. Markucel yang dulunya kalem kini berubah kasar. Mulanya pengasih dan penyayang, kini cuek.

Setelah diusut, akhirnya Markonah tahu bahwa suaminya bermain ”gila” dengan wanita idalam lain (WIL). Keduanya pun sering cekcok. Hari-harinya dihabiskan dengan bertengkar.

”Sudah jarang memberi nafkah, malah bermain gila,” keluh Markonah saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Malang beberapa waktu lalu.

Kini, Markonah lega karena gugatannya dikabulkan pengadilan. Kehidupannya bersama Markucel hanya dianggapnya sebagai masa lalu yang harus dilupakan.

Sebab, Markonah ingin menata masa depannya. Selamat datang di masa depan, Markonah. (nr1/c1/dan)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...