Hizbullah Diizinkan Perangi Israel

Hizbullah Diizinkan Perangi Israel
Hizbullah Diizinkan Perangi Israel
BEIRUT - Kabinet baru Lebanon menyepakati kebijakan baru yang mengizinkan pejuang Hizbullah menggunakan senjata untuk melawan Israel. Kesepakatan itu tetap diberlakukan meski ada penolakan dari sejumlah anggota kabinet dari partai pendukung pemerintah.

   

Menteri Penerangan Tarek Mitri, Rabu malam (25/11) mengatakan, rapat kabinet harus menyusun draf kebijakan tersebut sembilan kali sebelum mencapai kesepakatan."Kebijakan baru tersebut hanyalah penundaan kesepakatan serupa yang dibuat kabinet sebelumnya mengingat kekhawatiran atas kekuatan persenjataan Hizubullah pasca perang melawan Israel 2006," katanya seperti dikutip Agence France-Presse.

   

Pasal yang disepakati kabinet baru itu berbunyi: "Lebanon, pemerintahan, rakyat, tentara, dan semua kekuatan perlawanan berhak menjaga kedaulatan  teritori Lebanon." Dalam hal ini Hizbullah masuk dalam kategori kelompok perlawanan.

   

Mitri mengatakan pasal tersebut akan segera dimasukkan dalam program pemerintah. Kelompok Kristen di kabinet, termasuk Partai Phalange dan Tentara Lebanon berpendapat bahwa persenjataan Hizbullah bakal mengurangi otoritas negara dan akan melanggar resolusi PBB. Namun Partai Syiah, yang mempunyai dua menteri di kabinet menyatakan senjata Hizbullah tetap diperlukan untuk menghadapi ancaman Israel di masa depan.

    

BEIRUT - Kabinet baru Lebanon menyepakati kebijakan baru yang mengizinkan pejuang Hizbullah menggunakan senjata untuk melawan Israel. Kesepakatan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News