Impor Pangan & Impor Revolusi

Impor Pangan & Impor Revolusi
Impor Pangan & Impor Revolusi
TUNISIA yang porak poranda, mestinya  cermin bagi Indonesia. Saling tembak antara pasukan angkatan darat dengan sejumlah pria bersenjata di jalanan protokol, bukan tak mustahil bak penyakit menular yang menjalar, setelah presiden Tunisia Ben Ali minggat ke Saudi Arabia. Rakyat Tunisia ketakutan menyelamatkan diri dari amuk senjata yang hiruk pikuk.

Sejak 14 Januari lalu, rakyat murka karena pemerintah  tidak becus mengatasi krisis ekonomi. Harga-harga kebutuhan pokok melonjak dan makin banyak warga yang menganggur. Pemerintahan sementara muncul, dan tengah menyiapkan Pemilu, rada mirip huru-hara 1998 yang membuat Soeharto lengser di Indonesia.

Di tengah kegairahan anak bangsa terhadap pengakuan Gayus yang kontroversial, mafia pajak dan pro-kontra bahwa SBY berbohong atau tidak, saya terkenang yel-yel  “turunkan harga barang.” Pekik demonstran mahasiswa pada 1966 itu menggelegar di angkasa Indonesia.

Kala itu harga sembako membubung, termasuk pangan. Kemudian, Soekarno jatuh pada 1966, dan Soeharto pada 1998 silam, karena penyebab yang sama.

TUNISIA yang porak poranda, mestinya  cermin bagi Indonesia. Saling tembak antara pasukan angkatan darat dengan sejumlah pria bersenjata di

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News