Selasa, 23 Juli 2019 – 07:58 WIB

Indonesia Diserbu Kontainer Ilegal

Senin, 21 Maret 2011 – 18:35 WIB
Indonesia Diserbu Kontainer Ilegal - JPNN.COM

JAKARTA - Kontainer ilegal makin marak masuk ke pelabuhan Indonesia. Data dari Badan Karantina Pertanian menyebutkan, hingga hari ini (Senin 21 Maret) saja, sudah ada 148 kontainer yang tidak jelas pemilik dan asalnya, 'nangkring' di Pelabuhan Tanjung Priok. Parahnya, kontainer yang diduga berisi daging dan jeroan sapi itu, disebutkan sudah menginap di pelabuhan sejak 20 Januari.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena tidak ada importir yang mau mengaku kalau itu miliknya," aku Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan, Banun Harpini, dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPR RI, Senin (21/3).

Dari 148 kontainer ilegal tersebut, lanjut Banun, Badan Karantina baru bisa mendeteksi 51 di antaranya. Di mana sebanyak 48 kontainer berisi daging sapi, sementara tiga kontainer berisikan jeroan. Sedangkan sisanya sebanyak 97 kontainer, diakui belum bisa diketahui isinya apa.

"51 container yang sudah kami ketahui isinya (itu) pun belum bisa kami periksa. Karena pemiliknya hingga hari ini belum menyerahkan dokumen kelengkapan, maupun media pembawanya," ujarnya.

Anehnya, data yang disodorkan Badan Karantina ini, berbeda dengan (data) Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Menurut Dirjen BC Kemenkeu, Thomas Sugijata, kontainer yang tidak diketahui pemiliknya alias ilegal itu berjumlah sebanyak 165.

Hal ini pun mengundang reaksi keras dari anggota Komisi IV DPR RI. Mereka menuding, ada permainan di kalangan pemerintah dengan importir. Karena menurut mereka, (berarti) banyak sapi dan daging impor yang tidak masuk lewat Badan Karantina.

"Kok data Badan Karantina dan Ditjen Bea Cukai beda? Ini berarti banyak produk impor yang tidak masuk ke Badan Karantina dan langsung ke Bea Cukai. Kalau mau cari tahu yang sebenarnya, sebaiknya kita cek ke lapangan saja," kata Anton Sihombing, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. (esy/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar