Ingat Pesan JK, Simbol Palang Merah Bukan Lambang Salib

Ingat Pesan JK, Simbol Palang Merah Bukan Lambang Salib
Wakil Presiden Jusuf Kalla. FOTO: Dok. JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI) sempat menyinggung perbedaan antara lambang kepalangmerahan dengan simbol salib bagi umat Kristen.

JK -panggilan akrab Jusuf Kalla- mengatakan hal itu saat hadir di Komisi IX DPR, Rabu (8/2) dalam rangka membahas Rancangan Undang-Undang Kepalangmerahan. Menurutnya, lambang PMI jelas berbeda dibanding simbol salib.

"Terkait lambang, sejak dulu ada suara-suara bilang lambang itu lambang agama. Kita lihat bedanya. Palang merah itu simetris, sedangkan salib itu kakinya panjang. Jadi jangan dianggap palang merah ini lambang agama," kata JK dalam rapat yang juga dihadiri Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah itu.

Penggunaan tanda palang berwarna merah, kata JK, bisa jadi sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh dunia Henry Dunant. Aktivis kemanusiaan yang juga pengusaha Swiss itulah yang pertama kali mengusung misi kemanusiaan bagi korban Perang Solferino (1859).

"Karena kebetulan saja penemunya orang Swiss maka mungkin biar mudah pakai lambang bendera Swiss," ujar JK.

Menurut JK, justru simbol plus (+) diciptakan oleh matematikawan muslim bernama Muhammad Ibnu Musa al Khawarizmi. Sehingga, masalah lambang ini tidak perlu diragukan lagi.

"Ada juga lambang bulan sabit. Ini dipakai. Yang boleh memakai lambang ini, sesuai dengan konvensi Jenewa, adalah tentara tapi yang nonkombatan, relawan dan petugas medis. Ini tidak boleh dilanggar," tegasnya.

JK pun menginginkan RUU Kepalangmerahan juga mengatur simbol untuk PMI. Namun, dia mengisyaratkan lebih sreg pada memasukkan lambang palang merah ketimbang bulan sabit merah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI) sempat menyinggung perbedaan antara lambang kepalangmerahan dengan simbol

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News