Inilah Hal yang Perlu Dibangun Agar Tidak Terdampak Hoaks Selama Pandemi

Inilah Hal yang Perlu Dibangun Agar Tidak Terdampak Hoaks Selama Pandemi
Ilustrasi melawan hoaks. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City Yudhistira Nugraha menyebut ketergantungan masyarakat dengan gawai makin tinggi selama pandemi COVID-19. Bahkan, aplikasi seperti Zoom menjadi sarana masyarakat berkomunikasi.

"Umumnya banyak masyarakat menghabiskan waktu dengan gadget. Saat ini kita tidak membayangkan aplikasi zoom bisa menjadi cara berkomunikasi," kata Yudhistira dalam diskusi virtual dalam rangka kegiatan Hari Pers Nasional 2021, Sabtu (6/2).

Menurut dia, ketergantungan makin tinggi dengan gawai membuat perlunya membangun literasi digital. Setidaknya, masyarakat perlu dipastikan tidak menyerap informasi hoaks saat menggunakan gawai.

"Inilah kenapa literasi digital perlu dilakukan," ujar dia.

Bahkan, kata dia, penyerapan sebuah informasi setelah membaca statistik, bisa tidak akurat ketika literasi digital masyarakat masih lemah.

"Statistik bisa memberikan sebuah informasi tidak akurat, kalau memberikan scaling tidak akurat," beber dia.

Demi menguatkan literasi digital, kata Yudhistira, pemerintah menyoroti empat pokok pengembangan terkait kurikulum literasi digital. Yakni mengembangkan digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. 

"Jadi empat ini menjadi kerangka nasional untuk mengembangkan literasi digital di Indonesia dr 2021 sampai 2024," ungkap dia.

Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City Yudhistira Nugraha menyebut ketergantungan masyarakat dengan gawai makin tinggi selama pandemi COVID-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News