Inilah Alasan Kenapa Wanita Karier "Suka" Jadi Janda

Inilah Alasan Kenapa Wanita Karier "Suka" Jadi Janda
Ilustrasi. JAWA POS

jpnn.com - SURABAYA - Data Pengadilan Agama Surabaya menunjukkan di tahun 2015, ada 6.117 perkara perceraian yang masuk ke lembaga tersebut. 2.098 perkara di antaranya diajukan oleh pihak suami. Sedangkan jumlah istri yang menggugat mencapai 4.019. Nah, dari jumlah perempuan yang mengajukan cerai, ternyata hampir 80 persen atau se­banyak 3.215 diajukan oleh wanita karier.

Berdasarkan laporan tahunan PA,­ ada beberapa faktor penyebab pe­rempuan menggugat cerai pasa­ngannya. 

Faktor pertama adalah me­nganggap suaminya adalah laki­-laki yang tidak bertanggung jawab. Yang beralasan demikian angkanya mencapai 1.827 perkara.

Mediator PA, M Zakwan mengatakan, beberapa kriteria masuk dalam ka­tegori tidak bertanggung jawab apa­ bila si suami tidak memberikan nafkah dan tidak mau tahu soal keluarga. 

Na­mun, kini pergeseran tidak bertang­gung jawab lebih pada suami yang tidak mampu memberikan uang lebih kepada sang istri. 

“Ada pandangan kalau istri yang gajinya lebih besar daripada suami, akan menganggap suami tidak bertanggung jawab. Ka­rena suami tidak memberikan nafkah,” jelas Zakwan seperti dilansir Radar Surabaya (JPNN Group).

Sementara itu, alasan karena fak­tor ekonomi mencapai angka 413 perkara. Faktor ekonomi ini tidak bisa dilepaskan dari fenomena penyebab ru­mah tangga itu retak, karena memang perubahan pandangan cara berpikir suami atau istri masa lalu dan sekarang.

Zakwan menyatakan, mayoritas pasangan tidak puas dengan penda­ patan atau gaji yang didapat oleh pa­sangannya masing masing. Ketidak­ puasan itu seringkali memunculkan image bahwa pasangan tidak mampu memberikan nafkah lahir sepuasnya. (opi/mas)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News