Intoleransi Beragama harus Diwaspadai

Intoleransi Beragama harus Diwaspadai
Ketua Umum GAMKI Michael Wattimena (kiri ke kanan) bersama Anggota DPR Eva Kusuma Sundari dan Wakil Ketua MPR Leimena Suharli dalam acara diskusi HUT GAMKI ke 51. FOTO: Ist
JAKARTA - Beberapa permasalahan dengan latar belakang urusan agama memang masih kerap terjadi. MPR pun menyoroti hal itu dan berharap persoalan-persoalan yang ada bisa cepat diatasi dan tak ada lagi intoleransi tak terjadi lagi di tanah air.

“Kita berharapa intoleransi jangan sampai terjadi di Indonesia. Kita sangat prihatin kalau terjadi intoleransi beragama. Maka dialog sangat penting untuk menjaga keharmonisan sehingga tidak terjadi konflik beragama," kata Wakil Ketua MPR Leimena Suharli dalam acara diskusi bertema “Tinjauan Kritis Membangun Masa Depan Bersama Bagi Keutuhan, Keadilan dan Kemanusiaan” yang diselenggarakan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dalam rangka perayaan  HUT ke-51 GAMKI, di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4).

Menurut Melani, merosotnya sikap kerukunan beragama dan nasionalisme menjadi pemicu bagi pimpinan MPR untuk terus mensosialisasikan 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. MPR tidak puas hanya sekedar bertugas memperkenalkan perubahan amandemen UUD 45.

Namun Melani percaya bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki rasa toleransi kepada sesamanya. Salah satu yang membuatnya terharu adalah kerukukan yang terjadi dalam pelaksanaan MTQ di Maluku beberapa waktu lalu. "Panitianya dari lintas agama. Bahkan para pendeta membuka pintu rumah mereka untuk peserta MTQ. Saya terharu,” papar Melani.

JAKARTA - Beberapa permasalahan dengan latar belakang urusan agama memang masih kerap terjadi. MPR pun menyoroti hal itu dan berharap persoalan-persoalan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News