Israel Perketat Blokade Lagi

Israel Perketat Blokade Lagi
Pasukan Israel dalam agresi di Gaza, Palestina. Foto: Internet.
JERUSALEM - Setelah sempat sedikit memperlonggar blokade atas Jalur Gaza pada Rabu lalu (9/6), Israel kembali mokong. Kamis (10/6) kemarin, pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu itu menegaskan bahwa pihaknya akan kembali memperketat blokade di wilayah berpenduduk 1,5 juta jiwa itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Avigdor Lieberman menegaskan, tujuan Israel mengizinkan beberapa komoditas pangan, yang semula dilarang masuk ke Gaza, adalah negosiasi dengan Hamas. "Kami berharap, dengan mencabut blokade minimal atas Gaza, Hamas akan mengizinkan Palang Merah Internasional menjenguk Gilad Shalit secara rutin," kata politikus ultranasionalis itu kepada Agence France-Presse.

Sejak ditangkap milisi Hamas pada 2006, nasib Gilad Shalit tidak jelas. Diyakini, serdadu Israel yang ketika diculik berpangkat sersan itu disekap Hamas di lokasi rahasia di sekitar Gaza. Hamas tidak mengizinkan orang luar menemui Shalit. Tapi, menurut mereka, pemuda berdarah Prancis itu baik-baik saja. Beberapa waktu lalu, Hamas sempat merilis video terbaru Shalit untuk membuktikan klaim mereka.

Terkait usul Lieberman tersebut, Hamas menolak. Menurut mereka, informasi tentang Shalit hanya bisa ditukar dengan kabar baik tentang pembebasan tahanan asal Palestina. Konon, sampai saat ini, Israel masih menyekap ratusan warga Palestina di penjara-penjara mereka. Padahal, mereka tidak pernah menjalani sidang. Dakwaan yang dikenakan kepada mereka pun tidak jelas.

JERUSALEM - Setelah sempat sedikit memperlonggar blokade atas Jalur Gaza pada Rabu lalu (9/6), Israel kembali mokong. Kamis (10/6) kemarin, pemerintahan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News