Israel Temukan Metode Baru Memprediksi Wabah Virus Corona

Israel Temukan Metode Baru Memprediksi Wabah Virus Corona
Ilustrasi virus corona. Foto: Pixabay

jpnn.com, TEL AVIV - Peneliti dari Universitas Ben-Gurion, Israel, mengembangkan sebuah metode untuk memprediksi wabah virus corona yang melibatkan pengujian terhadap sistem pembuangan air limbah.

Dalam studi yang merupakan kolaborasi antara BGU dan Kementerian Kesehatan Israel itu, para peneliti mengembangkan sebuah alat yang dapat memberikan peringatan tentang wabah COVID-19 berdasarkan tes molekuler terhadap sistem pembuangan air limbah di area permukiman dan kota.

Para peneliti mengatakan keberadaan virus itu di air limbah mengindikasikan adanya infeksi di area terkait, dan semakin banyak jumlah virusnya, semakin banyak pula orang yang terinfeksi.

Mereka menyebutkan bahwa virus itu muncul di air limbah sebelum para pasien mulai mengalami gejala virus corona, sehingga dapat membantu memberikan peringatan yang efisien.

Tim tersebut menemukan virus COVID-19 di beberapa lokasi di Israel, termasuk di sistem pembuangan air limbah di Kota Bnei Brak yang mencatat tingkat infeksi tinggi selama pandemi.

Lebih lanjut, tingkat morbiditas yang rendah di sejumlah kota di dekat Bnei Brak sesuai dengan hasil uji terhadap air limbah di area-area itu dalam studi tersebut.

Oleh karena itu, analisis mengenai jumlah virus di air limbah dapat memprediksi terjadinya wabah dan memberikan peringatan dini, sehingga kementerian terkait dapat mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti penutupan dan pengujian.

"Dengan metode ini, kami dapat memberikan informasi tentang level morbiditas COVID-19, melacak area yang bermasalah dan mengeluarkan peringatan dini," seperti disimpulkan para peneliti. (Xinhua/ant/dil/jpnn)

Peneliti dari Universitas Ben-Gurion, Israel, mengembangkan sebuah metode untuk memprediksi wabah virus corona


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Xinhua

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News