Jaga Stabilisasi Harga Ayam Hidup, NFA Tingkatkan Fasilitasi Penyerapan dari Peternak

Jaga Stabilisasi Harga Ayam Hidup, NFA Tingkatkan Fasilitasi Penyerapan dari Peternak
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi (kiri) dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Harga Ayam Hidup dan Pakan Unggas di Jakarta, Senin (12/9). Foto: Humas Badan Pangan Nasional

Untuk ketersediaan daging ayam ras, berdasarkan data Neraca Pangan Nasional, sampai akhir September 2022 diperkirakan stok daging ayam ras berada di 602 ribu ton, sementara sampai akhir Desember 2022 berada di angka 903 ribu ton.

“Dapat dikatakan untuk ketersediaan daging ayam ras nasional berada di posisi aman. Upaya menjaga ketersediaan pangan lainnya juga terus kami lakukan. Stok pangan kami pantau secara harian naik-turunnya, hal ini sesuai arahan Presiden RI agar kita semua meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman krisis pangan global,” ujar Arief.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di kesempatan yang sama mengatakan pihaknya bersama NFA telah melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha perunggasan baik dari BUMN maupun swasta guna membahas solusi jangka pendek, menengah, dan panjang.

Salah satunya, kata dia, mendorong peningkatan kuota Grand Parent Stock (GPS) untuk BUMN Pangan agar dapat meningkatkan volume bisnis peternakannya, sehingga berkolerasi dengan peningkatan serapan ayam hidup peternak mitra.

Mendag juga optimistis per hari ini harga ayam hidup di tingkat peternak akan kembali naik hingga harga kembali stabil, sehingga tidak terlalu membebani peternak. (rhs/jpnn)


NFA melakukan langkah cepat dalam menjaga stabilisasi harga ayam hidup dengan cara meningkatkan fasilitasi penyerapan dari peternak.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News