Jari Ajudan Irjen Ferdy Ada yang Terpotong, Menurut Kapolres, Begini Kejadiannya

Jari Ajudan Irjen Ferdy Ada yang Terpotong, Menurut Kapolres, Begini Kejadiannya
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (12/7). Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono membenarkan jenazah Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat alias J terdapat luka seperti sayatan.

Menurut Budi, luka itu berasal dari tembakan yang dilepaskan Bharada RE.

Budi Sartono mengeklaim hal itu berdasarkan hasil autopsi sementara dari Rumah Sakit Polri Kramatjati.

"Jadi, bukan karena ada potongan atau yang lain tetapi, saya tegaskan semua luka yang ada pada tubuh Brigadir J berdasarkan hasil autopsi sementara berasal dari luka tembak," ujarnya di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Alumnus Akpol 1996 tersebut mengungkapkan luka pada jari Brigadir J disebabkan oleh serempetan peluru.

"Saat Brigadir J melakukan penembakan terhadap Bharada RE, dia memegang senjatanya dengan menggunakan dua tangan. Ada perluru yang kena ke jari Brigadir J itu sendiri yang kemudian tembus dan mengenai bagian tubuh yang lain," ucap Budi.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Penembakan terjadi antara Brigadir J yang bertugas di Propam Polri, dengan anggota berinisial Bharada E yang juga berada di rumah dinas pejabat Polri.

Polisi menegaskan luka-luka yang dialami oleh Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J adalah bekas tembakan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News