Jero Wacik Mundur dari Menteri

Jero Wacik Mundur dari Menteri
Jero Wacik Mundur dari Menteri
JAKARTA -- Pada Senin (7/9) kemarin, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menyatakan dirinya akan taat azas, terkait persoalan pelarangan rangkap jabatan. Hari ini (8/9) dia membuktikan omongannya itu. Politisi Partai Demokrat dari dapil Bali itu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri. Dengan pengunduran diri ini, Jero dipastikan akan ikut menjadi salah satu anggota DPR terpilih yang akan dilantik pada 1 Oktober mendatang.

Pernyataan pengunduran diri secara resmi akan disampaikan pada sore ini. "Jam empat sore ini akan saya serahkan suratnya kepada Mensesneg untuk Bapak Presiden, mengenai permohonan pengunduran diri dari kabinet," kata  Jero Wacik di gedung DPR, Senayan, Selasa (8/9).

Dengan kepastian pengunduran diri ini, maka dirinya sudah tidak melakukan rangkap jabatan saat dilantik menjadi anggota DPR nanti. "Jadi menterinya harus sudah berhenti," katanya. Saat dimintai ketegasan apakah dirinya serius mundur agar bisa dilantk menjadi anggota DPR, Jero menegaskan dirinya serius. Hanya saja, tahap berikutnya tergantung dari keputusan presiden. Dia berharap, presiden sudah memberikan persetujuan sebelum tanggal pelantikan DPR, yakni 1 Oktober mendatang. 

Bagaimana kalau ternyata presiden malah memilihnya lagi menjadi menteri di kabinet mendatang, Jero menjawab," "Itu hak prerogatif Presiden." Dia malah mengatakan, sesuatu yang wajar bila anggota DPR ditunjuk menjadi menteri. Dia memberi contoh anggota DPR yang ditunjuk menjadi menteri, yakni Hatta Rajasa, Taufik Effendi, dan Paskah Suzetta.

JAKARTA -- Pada Senin (7/9) kemarin, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menyatakan dirinya akan taat azas, terkait persoalan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News