Jika Keadaan Mencekam, yang Keluar Cebong dan Kampret

Jika Keadaan Mencekam, yang Keluar Cebong dan Kampret
Nanang Garuda menunjukkan gunungan (Kayon) dalam pameran Indentity Exhibition di Tembi Rumah Budaya, Sabtu (3/11). Foto: MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA/JPNN.com

Membuat wayang pulau ternyata bukan ide instan. Obsesinya menciptakan banyak wayang pulau terbesit sejak Nanang duduk di bangku sekolah dasar. Baginya, pelajaran sejarah dan tuntunan mencintai Tanah Air serta kekayaan Indonesia itu bagaikan angan yang indah.

Hal tersebut membekas hingga sekarang. Dan dia ujudnya dalam bentuk karya seni. ”Saya cuma menciptakan wayang dan naskah. Kalau urusan memainkan wayang ini ya dalang,” ungkapnya.

Lewat karyanya itu Nanang ingin mengajak masyarakat untuk kembali menengok sejarah. Bersama-sama berkhayal indah tentang Indonesia. Kalau semua berkhayal indah, kata Nanang, masyarakat akan aman dan tenteram. Mereka akan kembali meneruskan cita-cita bangsa. Menjadi bangsa kuat. Karena saling berfikiran positif. Yang terpenting, jangan sampai Indonesia hancur karena isu hoaks dan pengaruh globalisasi.(yog)

 


Jika lakonnya dalam keadaan mencekam, tokoh yang keluar cebong dan kampret, mencekam kepanjangan dari menjadi cebong dan kampret.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News