Jumat, 14 Desember 2018 – 03:34 WIB

Jokowi: Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang

Kamis, 16 Agustus 2018 – 11:29 WIB
Jokowi: Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyelipkan sejumlah bahasa daerah dalam pidatonya di sidang tahunan MPR, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (16/8).

Sidang tersebut dihadiri para pemimpin dan tokoh bangsa, antara lain Wapres Jusuf Kalla, Presiden Ketiga RI BJ Habibie, Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, serta para mantan wapres, seperti Try Sutrisno, Hamzah Haz, dan Boediono.

Awalnya, Presiden Ketujuh RI tersebut mengapresasi kinerja dan pencapaian lembaga-lembaga negara dalam setahun terakhir yang dianggapkan sebagai modal bersama untuk melangkah menghadapi tantangan-tantangan di masa depan.

"Sebagai bangsa yang besar, kita akan menghadapi tantangan yang juga besar. Kita bersama harus mampu menyelesaikan janji kemerdekaan, terutama mengatasi masalah kemiskinan, ketimpangan antardaerah, dan kesenjangan pendapatan antarwarga," ucap Jokowi.

Dia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kerukunan, persaudaraan, danpersatuan di antara anak-anak bangsa dalam menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global, serta mewujudkan bangsa ini menjadi bangsa pemenang.

Dia pun meyakini sebagai bangsa yang besar, dengan modal sosial yang kuat, Indonesia akan mampu menghadapi semua tantangan, seberat apa pun tantangannya.

"Dari Ranah Minang, kita bersama-sama belajar; ‘Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang’. Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing," ucap mantan wali kota Surakarta.

Tak sampai di situ, Jokowi mengatakan dari Tartar Pasundan, bangsa ini sama-sama belajar; ‘Sacangreud pageuh, sagolek pangkek’. Artinya, kita harus bekerja bersama dengan komitmen dan konsistensi.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar