Jokowi dan La Nyalla Untung, Prabowo - Sandi Terseok-Seok

Jokowi dan La Nyalla Untung, Prabowo - Sandi Terseok-Seok
LUPAKAN PRABOWO: La Nyalla M Mattalitti usai menemui KH Ma'ruf Amin di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12). Nyalla datang untuk melaporkan ikhtiarnya memenangkan Jokowi - Ma'ruf di Jatim. Foto: Fathan Sinaga/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Langkah La Nyalla Mahmud Mattalitti memilih mendukung pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin diprediksi bakal saling menguntungkan kedua belah pihak.

Di satu sisi La Nyalla memiliki isu utama bahan kampanye untuk mendukung langkahnya maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan Jawa Timur.

Sementara di sisi lain, isu yang menjadi fokus utama La Nyalla menguntungkan Jokowi. Paling tidak, meluruskan bahwa isu komunis dan nonmuslim yang selama ini dialamatkan padanya, murni fitnah sebagaimana pengakuan La Nyalla.

Menurut pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe, keuntungan lain yang diperoleh, elektoral pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno bahkan berpeluang tergerus, dengan pengakuan La Nyalla. Terutama di wilayah Jawa Timur.

"La Nyalla itu seorang tokoh, tentu memiliki pendukung, apalagi sekarang calon DPD, maka bisa berpengaruh terhadap dukungan ke Prabowo. Kalau dia (La Nyalla) bekerja keras di Jatim, bukan tidak mungkin elektabilitas Prabowo tergerus," ujar Ramses kepada JPNN.

Pengajar di Universitas Mercua Buana ini mengatakan, opini Jokowi komunis dan nonmuslim selama ini memang sengaja dibangun dan dikembangkan untuk menjatuhkan elektoral mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

Meski telah berkali-kali dibantah kubu Jokowi, isu tersebut cukup kuat membekas di benak sebagian masyarakat. Pasalnya, dikembangkan pihak tertentu sekian lama secara terus menerus.

"Nah, dengan adanya pengakuan La Nyalla sebagai salah satu orang menyebarkan fitnah tersebut, membuktikan Jokowi bukan PKI. Pengakuan La Nyalla sesungguhnya membuat tudingan menjadi terang di tengah masyarakat," pungkas Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini.(gir/jpnn)


Dengan adanya pengakuan La Nyalla sebagai salah satu orang menyebarkan fitnah membuktikan Jokowi bukan PKI.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News