Jokowi Ingatkan Penerima KIP: Jangan Dibelikan Rokok

Jokowi Ingatkan Penerima KIP: Jangan Dibelikan Rokok
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan keterangan pers soal waduk Seigong, Galang, Batam Kamis (23/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos/jpg

jpnn.com, BATAM - Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada kepada masyarakat Galang di Kantor Camat Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Pembagian KIP ini dilakukan usai Jokowi meninjau waduk Sei Gong, Batam, Kepri, Rabu (23/3).

Pada kesempatan itu Jokowi mengingatkan penerima KIP dan KIS agar dananya nanti benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program tersebut. Tidak boleh untuk kepentingan lain.

"KIP harus dipakai untuk keperluan sekolah. Beli seragam, sepatu dan buku. Tidak boleh dibelikan pulsa, nanti KIP-nya dicabut," kata Jokowi seperti diberitakan Batam Pos (Jawa Pos Group) hari ini.

Jokowi membagikan KIP kepada 807 pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA. KIP merupakan bantuan tunai yang digunakan untuk membantu siswa berusia 7-18 tahun yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Untuk siswa SD, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 450 ribu pertahun. Kemudian untuk pelajar SMP diberikan bantuan tunai senilai Rp 750 ribu pertahun dan untuk pelajar setingkat SMA, SMK, dan MA diberikan bantuan tunai sebesar Rp 1 juta pertahun.

Setelah KIP, Jokowi juga membagikan KIS kepada 125 warga Galang. KIS merupakan program yang diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 sebagai kartu yang menjamin kesehatan masyarakat miskin.

Dengan kartu ini, masyarakat miskin tak perlu membayar iuran dan dapat digunakan dimana saja tidak terbatas seperti BPJS. KIS juga dikenal sebagai BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran).

Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada kepada masyarakat Galang di Kantor Camat Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News