Rabu, 21 Agustus 2019 – 23:52 WIB

Juknis Seleksi CPNS Dikirim jika Daerah Siap

Minggu, 03 Oktober 2010 – 23:42 WIB
Juknis Seleksi CPNS Dikirim jika Daerah Siap - JPNN.COM

JAKARTA--Turunnya petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan seleksi CPNS 2010, tergantung kesiapan daerah. Jika daerah telah siap melaksanakan seleksi maka juknisnya bisa dipercepat pertengahan Oktober.

"Cepat lambatnya juknis turun ke daerah, tergantung daerah. Kalau daerah telah mengajukan kesiapan diri melaksanakan seleksi, pemerintah pusat siap mengeluarkan juknisnya," tegas Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Ramli Naibaho kepada JPNN, Minggu (3/10).

Kesiapan daerah itu, lanjut Ramli, dilihat dari telah tersedianya anggara. Pasalnya, dalam seleksi CPNS, pemda dilarang keras meminta biaya pada pelamar. APBN juga tidak menyediakan alokasi untuk proses seleksi.

"Daerah tidak boleh hanya mengandalkan dana APBN, tapi anggaran dalam APBD-nya ada tidak. Itu masuk dalam pertimbangan pusat juga karena setiap penerimaan CPNS pasti ada penambahan biaya belanja pegawai," tuturnya. Selain itu dalam pelaksanaan CPNS harus menerapkan sistem seleksi yang transparan, bebas KKN, dan objektif.

Ramli menambahkan, beberapa daerah yang telah mengajukan usulan untuk penerimaan CPNS, salah satunya Sulut. Atas pengajuan ini, Ramli menyatakan, pihaknya akan mengeluarkan juknis pada pertengahan Oktober nanti. "Beberapa daerah sudah siap termasuk Sulut, juknisnya pertengahan turun," ucapnya.

Bagaimana dengan daerah yang belum siap? Menurut Ramli, pihaknya memberikan kesempatan pada pemda hingga awal Desember. Sebab, akhir Desember proses perekrutan sudah harus selesai.

Berbeda dengan daerah, instansi pusat telah melaksanakan seleksi CPNS sejak September. Sebut saja Kejaksaan Agung, BKN, Kemenkeu, BPKP, dan beberapa lagi yang lain. Hal ini kata Ramli, karena instansi pusat lebih cepat mengajukan usulan ke Kementerian PAN&RB. Sedangkan daerah lebih sulit karena jumlahnya lebih banyak dan punya karakteristik yang berbeda juga. (esy/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar