Kalau Ketua DPR ke Makkah Dibiayai Raja Salman, Itu Gratifikasi

Kalau Ketua DPR ke Makkah Dibiayai Raja Salman, Itu Gratifikasi
Setya Novanto. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy menilai kalau Ketua DPR Setya Novanto dan dua wakilnya Fahri Hamzah dan Fadli Zon hanya menerima undangan dari Majelis As-Syura Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman, untuk ke Makkah, itu bukan gratifikasi.

"Saya jamin, kalau hanya menerima undangan dari siapa pun, Ketua dan Wakil Ketua DPR tidak bisa dikategorikan telah menerima gratifikasi dari pihak mana pun," kata Lukman, Selasa (22/9).

Lukman mengatakan, persoalan yang hendaknya menjadi fokus publik di balik undangan Raja Salman adalah yang terkait dengan fasilitas yang mereka gunakan selama dalam perjalanan.

"Publik mestinya mengawasi, siapa yang menyediakan tiket, hotel dan akomodasi, apalagi ada uang saku selama perjalanan," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Kalau ada bukti-bukti yang cukup kuat semuanya dibiayai oleh pihak yang mengundang, menurut Lukman, itu gratifikasi namanya. "Itu jelas-jelas menyalahi aturan sebab mereka berangkat Makkah dalam kapasitas pimpinan lembaga negara," imbuh anggota DPR RI dari Provinsi Riau ini. (fas/jpnn)


JAKARTA - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy menilai kalau Ketua DPR Setya Novanto dan dua wakilnya Fahri Hamzah dan Fadli Zon


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News