Ke Sekolah, Anak Polisi Harus Diantar

jpnn.com - GUNUNGKIDUL - Maraknya kecelakaan maut yang melibatkan anak-anak di bawah umur membuat jajaran polisi di beberapa daerah mulai bertindak. Selain kerap menggelar razia, korps lalu lintas Polres Gunungkidul, Jogjakarta mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor untuk anak-anak polisi.
Pembatasan tersebut berlaku bagi anak polisi yang belum mengantongi surat izin mengemudi (SIM). Mereka harus diantar ketika pergi ke sekolah. "Pembatasan pelajar menggunakan kendaraan bermotor dimulai dari anak anggota polisi. Keluarga polisi harus menjadi contoh," kata Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain.
Agar instruksinya benar-benar terlaksana, dalam apel pagi selalu dilakukan evaluasi menyeluruh. Meski belum ada kejelsan sanki yang diberikan jika terbukti melanggar aturan itu, Faried mengaku dirinya sangat serius dengan kebijakan yang dikeluarkannya itu.
Menurut Faried, pembatasan kendaraan itu sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan anak baru gede (ABG). Aturan itu hanya diberlakukan untuk internal kepolisian. Sedangkan jika diberlakukan untuk masyarakat luas harus ada pertimbangan yang lainnya.
"Sarana transportasi di Gunungkidul belum merata sehingga orang tua memfasilitasi anaknya dengan kendraan bermotor," kata dia. (gun/iwa/mas)
GUNUNGKIDUL - Maraknya kecelakaan maut yang melibatkan anak-anak di bawah umur membuat jajaran polisi di beberapa daerah mulai bertindak. Selain
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Cari 2 Korban Kapal Feri Tenggelam, Tim SAR Kerahkan Teknologi Bawah Air
- Berawal dari Tangis Anak Kecil, Warga Koja Heboh pada Senin Malam
- Prostitusi di Aceh: Mbak ISK Sudah di Kamar, yang Pesan Ternyata Polisi
- Pemilik Warung Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan
- Gen Z di Jateng Disebut Jadi Agen Perubahan Transisi Energi
- Polisi Ungkap Praktik Prostitusi Online di Lhokseumawe, Tangkap 3 Tersangka