Keluarga Pembunuh Bayaran Itu Bakal Lapor ke Komnas HAM

Keluarga Pembunuh Bayaran Itu Bakal Lapor ke Komnas HAM
Salah satu tersangka pembunuh bayaran yang tewas ditembak polisi. Foto: sumutpos/jpg

“Apakah ini sudah sesuai prosedur hukum atau tidak. Menurut hemat kami, untuk menegakkan hukum, tidak boleh melanggar hukum. Apakah memang harus dieksekusi mati kalau dia memang betul seorang pelakunya.?”

“Kalau memang seperti itu, bubarkan saja pengadilan. Cukup polisi saja untuk menegakkan hukum. Tak perlu ada jaksa dan hakim kalau gitu," ujar dia.

Sejatinya, lanjut dia, seluruh pihak dari penegak hukum, harus mengedepankan azas praduga tak bersalah. "Kita akan melakukan gugatan atas seizin keluarganya. Kalau tidak izin, tak mungkin saya terlalu jauh melangkah," ujar dia.

Kepada Komnas HAM nanti setelah disurati, dia meminta agar melakukan investigasi atas tindakan kepolisan tersebut. "Data yang kami dapat, dieksekusi di Jalan Mojopahit," ujar dia.

Menurut dia, keluarga Rawi tidak terima atas kematiannya yang diduga telah dibunuh pihak kepolisian. "Negara pun harus protes karena tidak berprikemanusiaan. Malamnya saya jumpa, celana yang diipakainya sampai mati itu, ketemu dengan saya jumpa di Kantor Persada Hindu," tandas dia.

Sementara, Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Nurfallah enggan menanggapi soal kematian Rawi yang diduga telah dibunuh oleh petugas.

"Jadi gini, karena semua sudah dilimpahkan ke Polrestabes Medan, jadi konfirmasi satu pintu ke Kapolrestabes Medan. Jadi jangan saya sampai memberikan statement tidak sama dengan Kapolrestabes Medan. Ini sudah perintah Kapolda. Itu tadi serahterima dari Polda Jambi dan dilakukan pemeriksaan," tandas Fallah. (ted/mag-1/adz)


 Keluarga Rawi, bakal memperkarakan polisi karena menembak mati tersangka pembunuhan pengusaha airsoft gun, Indra Gunawan alias Kuna, 43, di


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News