Kemnaker Rancang Strategi, Pemberdayaan Pekerja Perempuan Digenjot

Kemnaker Rancang Strategi, Pemberdayaan Pekerja Perempuan Digenjot
Kemnaker akan rumusan untuk pemberdayaan dan perlindungan pekerja perempuan yang makin rentan selama krisis pandemi. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

"Peningkatan kesadaran tentang peran perempuan dan perlindungan perempuan dalam angkatan kerja menjadi sangat penting, mengingat perempuan merupakan salah satu kelompok rentan yang perlu ditingkatkan peran dan perlindungannya," ujarnya.

Di sisi lain, Kemnaker juga mendorong terciptanya perlindungan dan rasa aman dalam pemenuhan hak bagi para pekerja perempuan.

Suhartono juga meminta serikat pekerja atau buruh diminta untuk terus melakukan dialog dengan manajemen perusahaan terkait hal tersebut.

Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan diskusi dan komunikasi para pekerja perempuan dengan manajemen harus terus dilakukan. Hal itu penting untuk membangun budaya zero tolerance for harassment, guna terwujudnya kenyamanan bekerja bagi perempuan.

"Dialog sosial akan sangat berpengaruh dan memberikan manfaat bagi inklusivitas pekerja perempuan di dunia kerja," ujarnya.

Menurutnya, para pekerja perempuan kerap kali mendapatkan bentuk kekerasan atau pelecehan seksual.

Mereka kadang menerima pelecehan verbal maupun nonverbal. Pemerintah menegaskan, kejadian atau kasus tersebut tidak boleh terjadi lagi.

"Inisiasi dialog sosial dengan manajemen perusahaan harus datang dari perempuan karena perempuan lebih memiliki kepekaan daripada laki-laki," ucapnya.

Kemnaker akan rumusan untuk pemberdayaan dan perlindungan pekerja perempuan yang makin rentan selama krisis pandemi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News