Kisah Bupati Cantik Diadang Ombak, Terdampar, 7 Jam Hilang Kontak

Kisah Bupati Cantik Diadang Ombak, Terdampar, 7 Jam Hilang Kontak
Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (baju putih) foto bersama petugas bandara di Bandara Melonguane (16/8). Foto: Miftakhul F.S./Jawa Pos

Dengan kondisi geografis seperti itu, kalau pemimpinnya tak rajin menyapa rakyat, tidak getol merawat wilayah, ancaman migrasi ke negara tetangga tentu sangat terbuka.

”Saya tidak boleh hanya diam di kantor, harus rajin turun ke masyarakat. Sekalipun itu berarti mesti sering melakukan perjalanan laut yang tantangannya tidak ringan,” ujar Manalip.

Namun, Manalip mengaku tak pernah gentar dengan semua risiko itu. Perempuan yang pernah duduk sebagai anggota DPRD Talaud tersebut terus rajin menyambangi pulau-pulau yang masuk wilayah yang dipimpin.

Tak terkecuali Miangas. Selama memimpin Talaud sejak 2013, sudah tak terhitung perjalanan laut yang dilakoni Manalip ke Miangas.

”Saya putri Talaud dan ketika amanah ini diberikan kepada saya, saya harus jalankan sebaik-baiknya. Talaud harus terus bergerak dan berkembang,” tegasnya.

Dia juga tak pernah segan keluar-masuk hutan. Menerabas jalan berlumpur dan menghadapi segala macam tuntutan warga.

Sebagai kabupaten yang baru berusia 15 tahun, infrastruktur di Talaud memang belum sepenuhnya layak.

Masih banyak jalan yang tak beraspal alias berlumpur. Jadilah Manalip kerap menunggang motor trail untuk melintasi rute yang tak ramah itu.

Bupati Kepulauan Talaud, Sulut, Sri Wahyumi Maria Manalip, menyambangi pelosok wilayah yang berbatasan dengan Filipina dengan speedboat, juga motor

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News