JPNN.com

Kisah Istri Pilih Puaskan Diri dengan Film Dewasa ketimbang Suami Tukang Kentut

Minggu, 28 Juli 2019 – 22:33 WIB Kisah Istri Pilih Puaskan Diri dengan Film Dewasa ketimbang Suami Tukang Kentut - JPNN.com

jpnn.com - Kentut bisa jadi merupakan salah satu indikator kesehatan pencernaan. Namun, keseringan buang angin bisa mengganggu orang lain, bahkan berimbas pada keharmonisan rumah tangga.

Itulah yang terjadi pada pasangan suami istri Donwori dan Karin -bukan nama sebenarnya- yang sedang dalam proses perceraian. Karin (27) tak tahan lagi dengan suaminya yang sering kentut, bahkan saat berindehoi.

Tentu saja kebiasaan Donwori (34) itu membuat Karin merasa risi. Tak jarang Karin kehilangan hasrat saat sudah mau berindehoi gara-gara Donwori sering berkentut.

Menurut Karin, suaminya punya ‘senjata biologis’ berukuran lumayan. Donwori juga bukan penderita impotensi.

Namun, kebiasaan Donwori soal kentut benar-benar sudah mengganggu. "Pas separuh perjalanan, dhuuuuut ambune (baunye, red),” ujar Karin di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, belum lama ini.

Sontak Karin langsung kehilangan hasrat untuk bercinta. “Langsung ilang mood kate nerusno (suasana hati hilang mau meneruskan, red),” tuturnya.

Karin lantas membeber soal kentut suaminya. Mending bila hanya berkentut yang bau, Donwori terkadang juga cepirit.

Artinya, tak sekadar kentut yang keluar, tetapi juga ampas-ampasnya. Parahnya, Donwori sering cepirit ketika pergulatannya di ranjang hampir mencapai klimaks.

"Mesti pas waktune katene klimaks, mencret. Alamat mandek. Dek’e mblayu kamar mandi (Pasti pas waktunya mau klimaks, mencret. Bakal berhenti. Dia berlari ke kamar mandi,” kata Karin blak-blakan.

Menurut Karin, peristiwa seperti itu bukan sekali atau dua kali terjadi. Karin berang karena hasrat seksualnya tak pernah tersalurkan sampai puncak.

Sudah setahun belakangan ini Donwori sering cepirit. Akibatnya, Karin jadi kerap uring-uringan lantaran intensitasnya bercinta kian jarang.

Awal-awalnya Karin masih berupaya bertahan. Namun, lama-kelamaan seleranya terhadap Donwori makin sirna, bahkan menjadi trauma.

Beberapa kali pula Karin menolak ajakan Donwori untuk bercinta. Kalaupun mau melayani, Karin merasa terpaksa.

Karin juga mengajukan syarat jika Donwori mengajaknya bercinta. Syaratnya adalah bercinta secara pelan-pelan meski rasanya tak senikmat sebelumnya.

“Malah gak ada sensasinya kalau pelan. Serbasalah," tutur ibu satu anak itu.

Praktis, Karin sudah emoh dengan Donwori. Sebagai gantinya, Karin menyalurkan hasrat biologisnya dengan cara lain, yakni menonton bokep dan bermasturbasi.

Sampai saat ini Karin tak tahu penyebab Donwori jadi sering cepirit. Donwori, kata Karin, juga pasrah dan tidak memeriksakan kebiasannya yang mengganggu itu.

Akhirnya rumah tangga Karin dan Donwori yang sudah berjalan empat tahun pun bakal segera bubar. Mereka berpisah secara baik-baik tanpa cekcok.(sb/is/jay/JPR)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...