Kisah Perempuan Australia Masuk Islam Gegara Game Online

Kisah Perempuan Australia Masuk Islam Gegara Game Online
Pernah terlintas dalam pikirannya soal kerudung sebagai lambang penindasan, kini Zahra bangga memakainya. (Foto: Koleksi pribadi)

"Dalam game ini, saya bertemu dengan sekelompok orang dari negara berbeda yang mungkin tidak akan pernah saya temui."

Khawatir akan dihakimi

Salah satu pemain dalam kelompok Zahra adalah Kim Assikin, seorang perempuan dari Singapura yang beragama Islam.

"Ketika kami mulai bertukar pesan, saya langsung merasa nyambung berbicara dengannya. Tidak tahu mengapa dan bagaimana, tapi kami betul-betul saling sahut-sahutan."

Kim awalnya sempat merasa tidak percaya diri ketika harus memasang fotonya di kelompok chat bernama Discord, yang terkenal di kalangan 'gamers', karena ia adalah satu-satunya pemain yang mengenakan hijab.

"Saya agak khawatir tentang bagaimana teman-teman saya dalam kelompok akan melihat saya, 'apakah mereka akan menghakimi saya karena agama saya'?" katanya.

Namun, akhirnya Kim memutuskan untuk jujur kepada anggota kelompoknya, yang selalu sedia menolongnya bila ada masalah.

"Saya baru kehilangan Ayah saya sebelum saya main game ini. Jadi berhubungan dengan mereka sedikit memberikan kedamaian, dan membantu mengalihkan perhatian saya," kata dia.

"Jadi, saya tidak mau membohongi mereka. Saya yakin mereka dapat menerima saya apa adanya."

Baca dalam Bahasa InggrisPerempuan Australia bernama Zahra Fielding tidak menyangka dirinya akan menemukan teman baru lewat sebuah permainan daring, apalagi kemudian menjadi seorang Muslim

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News