KM Sumber Bahagia Tenggelam Setelah Diterpa Arus Kencang

KM Sumber Bahagia Tenggelam Setelah Diterpa Arus Kencang
Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam tepatnya Pos TNI AL (Posal) Pulau Galang berhasil menyelamatkan ABK dan muatan KM Sumber Bahagia 89 yang tenggelam di Perairan Galang, Batam. Foto: Dispen Koarmabar

jpnn.com, BATAM - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam tepatnya Pos TNI AL (Posal) Pulau Galang berhasil menyelamatkan ABK dan muatan KM Sumber Bahagia 89 yang tenggelam di Perairan Galang, Batam, Jumat (27/10) akhir pekan lalu.

Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaporkan hal ihwal insiden tersebut.

Menurut Komandan Lanal (Danlanal) Batam Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono, kejadian berawal sekitar pukul 14.00 WIB, KM Sumber Bahagia 89 bertolak dari TanjungPinang dengan muatan barang kelontong dan biji karet dengan tujuan Tanjung Balai Karimun.

Pada pukul 17.45 WIB, sesampainya kapal di Perairan Dapur 3 Jembatan 5 Galang Kota Batam pada posisi 00.47.94 N – 104.12.63 E, kapal mengalami kecelakaan karena diterpa arus kencang. Akibatnya, kapal sulit dikendalikan oleh nakhoda kemudian akhirnya kapal terbalik dan kandas tenggelam.

Ivong mengungkapkan begitu mendapat informasi, Posal Galang langsung menuju lokasi dengan menggunakan speed boat untuk menyelamatkan nakhoda dan ABK. Mereka berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke speed. Selain itu, pihaknya juga berjaga dan melakukan pengawasan di sekitar kapal bersama warga, untuk menghindari terjadi penjarahan terhadap muatan kapal.

Akhirnya, KM Sumber Bahagia 89 yang mengangkut barang kelontong dan biji karet, beserta awak kapal dan muatannya berhasil diselamatkan semua. Tidak hanya itu, dokumen-dokumen penting kapal pun turut berhasil diselamatkan.

Selanjutnya, Danlanal Batam menyatakan walaupun KM Sumber Bahagia 89 tenggelam, tapi dokumennya bisa diselamatkan. Hal ini merupakan bentuk nyata peran TNI AL dalam menciptakan kondisi aman dan kondusif bagi para pengguna laut sehingga aktifitas dapat berjalan dengan lancar.(fri/jpnn)


Kapal mengalami kecelakaan karena diterpa arus kencang. Akibatnya, kapal sulit dikendalikan oleh nakhoda kemudian akhirnya kapal terbalik dan kandas tenggelam.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News