Rabu, 17 Juli 2019 – 14:18 WIB

Korban Mati Kelaparan Yahukimo 222 Orang

Selasa, 08 September 2009 – 08:18 WIB
Korban Mati Kelaparan Yahukimo 222 Orang - JPNN.COM

Warga Yahukimo sedang menunggu droping makanan dari pemerintah. Gagal panen menyebabkan warga Yahukimo menanti uluran pemerintah guna mendapatkan makanan. FOTO: Cenderawasih Pos/jpnn

YAHUKIMO- Bupati Yahukimo Ones Pahabol akhirnya mengunjungi distrik yang dilaporkan sedang dilanda bencana kelaparan.Ia didampingi sejumlah stafnya, dan juga mengajak wartawan. Ada dua distrik yang didatangi Bupati Pahabol, Distrik Bomela dan Suntamon.Dalam kunjungan singkat di kedua distrik itu, bupati sempat berdialog dengan warga guna mengetahui kondisi yang sebenarnya. Di kedua lokasi itu pula, Bupati disodori data kematian akibat kekurangan makan yang jumlahnya bukan 92 orang meninggal, tetapi sudah 222 orang tewas. Jumlah itu memang lebih banyak, dari yang dilaporkan LSM setempat yang hanya menyebut 92 orang saja..

Kepada bupati warga melaporkan  bahwa kekurangan makanan ini akibat mereka gagal panen. Tanaman seperti umbi-umbian daunnya tumbuh subur, tetapi buahnya kosong. Kalaupun ada, buahnya kecil dan dimakan ulat. Guna menyakinkan bupati, para warga menyerahkan contoh tanaman itu kepada bupati untuk selanjutnya dibawa pulang guna diteliti. Laporan warga ini masih perlu diolah lagi, apakah betul warga tewas akibat bencana kelaparan, atau suatu hal lain.

Yang pasti, angka kematian masih berpotensi terus bertambah jika hal ini tidak ditangani pemerintah. Untuk dua distrik saja, jumlahnya mencapai 222 orang. Untuk distrik Bomela saja, dilaporkan oleh perwakilan warga setempat ada 160 orang yang meninggal dunia. Ini data kematian dari Januari hingga Agustus 2009. Menurut mereka, warga meninggal pada umumnya karena kekurangan makan. Lalu sakit perut, kemudian buang-buang air besar berupa cairan. Pada umumnya, warga tidak tertolong, terus meninggal.

Di Distrik Suntamon, seperti dilaporkan Kepala Sekolah SD Inpres Sundamon, Yudas Nabiel terdapat 62 warga yang tewas hingga Agustus 2009 lalu. Namun Yudas tidak spesifik menyebut semua korban tewas akibat kelaparan. Ia hanya mengatakan jatuh sakit, sakit perut, pilek sampai lanjut usia. Ketika Bupati Pahabol menanyakan, apa ada yang mati kelaparan? Yudas dengan tangkas menyahutnya, " Tidak pak. Tetapi karena kekurangan makan, lalu sakit perut hingga mati," katanya.

Pahabol  masih bersikeras, mati kekurangan makan bukan mati kelaparan. Ia juga mengaku belum meyakini kebenaran dari laporan warga tersebut, dan mencurigai ada pihak tertentu yang sengaja menseting warga dengan tujuan yang belum jelas pula.

Bulan Agustus silam, Pahabol mengaku sempat mengunjungi distrik bahkan bermalam di Distrik Bolema, namun saat itu tidak ada laporan jika warga meninggal akibat kekurangan makanan.  Keraguan bupati itu diperkuat setelah melihat langsung kondisi masyarakat setempat yang tampak sehat-sehat, tak ada tanda-tanda kelaparan.

Bupati Yahukimo Ones Pahabol  kepada wartawan usai mengunjungi Distrik Bolema dan Sundamo mengatakan, data-data hasil kunjungan tim Pemda Yahukimo ke sejumlah distrik ini akan segera disatukan, lalu diambil kesimpulan bagaimana kondisi daerah itu. Seperti laporan masyarakat dari Distrik Bolema dan Sundamon yang gagal panen. Karena pada saat menanam ubi  jalar sedang musim hujan. Akibatnya ketika panen masyarakat tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Soal angka kematian yang dilaporkan, semua ini masih akan dilihat penyebabnya. Sebab saat ditanyakan penyebabnya mereka tidak bisa menyebut gejala kematian itu, yang menunjukkan karena lapar. Misalnya dua atau tiga hari tidak makan lalu mati. Itu tidak ada. Masyarakat hanya melaporkan karena kekurangan makan lalu sakit diare lalu meninggal.

"Nah secara medis ini kita harus  cocokkan, apakah karena kekurangan makanan lalu diare atau penyakit lain yang menyebabkan diare, karena batuk dan flu itu sudah merupakan penyakit biasa dari dulu," katanya.  Namun, Bupati juga mengakui, bahwa kematian itu bisa jadi juga karena mereka kelaparan. Untuk itu, Bupati akan terus mengobservasi kondisi warganya.

Ada beberapa kriteria soal kelaparan. Misalnya, orang makan tapi merasa tidak kenyang itu tanda bahwa kekurangan makan. Kedua, tidak adanya stok makanan di noken baik anak-anak maupun orang dewasa, dan kriteria ketiga,  mama-mama ke kebun memanen kebun seperti umbi-umbian tapi kembali dengan membawa hasil sedikit. Meski belum disimpulkan sebagai akibat  kelaparan, namun pihak Pemda Yahukimo telah siap mendropping bahan makanan (bama) obat-obatan, termasuk tenaga medis ke beberapa daerah yang dianggap perlu. (fud/aj/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar