KPJFT Bantah Tipu Jemaah Korban First Travel

KPJFT Bantah Tipu Jemaah Korban First Travel
Sejumlah korban kasus penipuan First Travel saat mendatangi Komisi VIII dan Fraksi PPP di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/8). FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

jpnn.com, JAKARTA - Sempat beredar kabar yang menghebohkan buntut dari kasus umrah First Travel (FT).  Yakni muncul dugaan upaya penipuan korban FT oleh Komunitas Peduli Jamaah First Travel (KPJFT).

Namun komunitas yang dibentuk oleh agen-agen FT ini membantah bahwa mereka memiliki niat menipu jamaah.


’’Mereka itu sudah korban. Tentu sangat tidak manusiawi jika kami jadikan korban kembali. Itu tidak benar,’’ kata Ketua KPJFT Zuherman di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Minggu (17/9).

Komunitas ini untuk keduakalinya menggelar pertemuan untuk sosialisasi pendampingan jamaah korban FT. Pertemuan kedua pada Minggu (17/9) digelar di masjid yang berada persis di rumah dinas Wapres Jusuf Kalla itu.


Pria yang akrab disapa Herman itu menjelaskan cerita pembentukan KPJFT. Dia mengatakan sebagai agen FT, memiliki tanggung jawab moral atas masalah pemberangkatan umrah jamaah yang direkrut.

Meskipun kesalahan ada di bos FT, tetapi sebagai agen, Herman mengatakan rekan-rekannya sesama agen merasa memiliki tanggung jawab moral. Berawal dari tanggung jawab moral itu, kemudian komunitas memikirkan beberapa skenario pendampingan.

Akhirnya mereka mendapatkan tawaran kerjasama dari biro travel umrah resmi PT Kanomas Arci Wisata. Ada dua skema yang ditawarkan kepada jamaah korban FT.

Pertama jamaah korban FT mengikuti paket perjalanan umrah Rp 17,5 juta/orang.

Muncul dugaan upaya penipuan korban FT oleh Komunitas Peduli Jamaah First Travel (KPJFT).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News