KPU Duga Perbedaan Data Hasil Pemilu Disebabkan Mekanisme Mesin

KPU Duga Perbedaan Data Hasil Pemilu Disebabkan Mekanisme Mesin
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak David Teguh (ANTARA/HO-Doc.Antara).

jpnn.com - PONTIANAK - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak David Teguh mengakui ada perbedaan data hasil penghitungan pemungutan suara hasil Pemilu 2024, antara yang tertera di Formulir C hasil dengan rekapan data pada aplikasi sistem informasi rekapitulasi (Sirekap).

"Saya mencoba mengklarifikasi adanya perbedaan antara hasil suara pada aplikasi Sirekap dengan foto dokumen C hasil yang diunggah di laman infopemilu2024.kpu.go.id. Perbedaan itu bisa saja disebabkan mekanisme mesin yang membaca tulisan yang tertera di C hasil," ujar David di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (15/2).

Menurut David ada kemungkinan mesin tidak tepat membaca hasil pada foto formulir C yang diunggah, sehingga timbul perbedaan angka.

"Mungkin saja terjadi perbedaan itu dengan yang sebenarnya, sehingga dilihat publik seolah-olah ada kesengajaan. Padahal itu bukan kesengajaan tetapi cara kerja mesin yang membaca angka pada foto," katanya.

David menambahkan bahwa admin dan operator KPU Kota dapat membetulkan ketidaktepatan karena mengingat ini keperluannya untuk publikasi.

"Setelah mendapati hal itu kami kemudian membetulkan dengan cara menyesuaikan angka yang sebenarnya untuk ditampilkan dengan angka yang sama pada Formulir C Hasil," ucapnya.

Dia menambahkan proses pemungutan suara yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024 berjalan lancar tanpa ada permasalahan yang signifikan.

Proses pemungutan suara berlangsung hingga pukul 13.00 dan kemudian dilanjutkan proses penghitungan surat suara yang sudah dicoblos pemilih.

Ketua KPU Pontianak David menduga perbedaan data hasil Pemilu 2024 disebabkan mekanisme mesin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News