Lagi, Balita Gizi Buruk Tewas

Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Usia 2 Tahun Berat Icha Hanya 5 Kg

Lagi, Balita Gizi Buruk Tewas
Lagi, Balita Gizi Buruk Tewas
Tewasnya Icha sangat ironis. Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten hampir tiap tahun mengalokasikan program Makanan Pendamping ASI atau MP-ASI yang jumlah anggarannya cukup fantastis. Bahkan pada 2011 lalu saat Pemilukada Banten digelar, anggaran MP-ASI tak sedikit digelontorkan. Namun, program meminimalisir kematian bayi itu tidak tepat sasaran dan kerap jadi temuan aparat penegak hukum.

 

Bahkan pada kasus yang sama atau program MP ASI 2009, saat ini masih dalam tahap penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Pasalnya, ada dugaan program MP-ASI 2009 itu dikorupsi untuk kepentingan pihak tertentu. Hingga saat ini, Kejati Banten belum menetapkan satu pun tersangka dalam dugaan kasus yang merugikan negara miliaran rupiah tersebut.

 

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Banten, dr Drajat Ahmad Putera saat dikonfirmasi koran ini mengaku tak mengetahui adanya balita warga Kota Serang yang tewas karena gizi buruk. Dia juga mengatakan, bantuan Provinsi Banten berupa MP-ASI diberikan melalui instansi terkait di kota dan kabupaten. ”Programnya mereka yang lakukan. Kami hanya mengalokasikan dana dan pengawasan,” terangnya. (bud)

Balita Warga Kota Serang  Korban Gizi Buruk

SERANG - Lagi, kematian balita (bayi di bawah lima tahun) akibat gizi buruk di Kota Serang, Provinsi Banten, terjadi. Kali ini naas dialami Khoirunnisa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News