Lagi, Pesawat Jatuh di Filipina

Seluruh Kru Dilaporkan Hilang

Lagi, Pesawat Jatuh di Filipina
Tim SAR menyusur pantai yang diduga lokasi jatuhnya pesawat AU Filipina. Foto: AFP
DAVAO - Seperti maraton, kecelakaan pesawat diberitakan kembali terjadi. Kali ini menimpa pesawat militer Angkatan Udara (AU) Filipina yang hilang kontak setelah lima menit lepas landas Senin (25/8). Sembilan krunya, termasuk dua pilot, tak diketahui nasibnya hingga sekarang. Harapan untuk menemukan mereka selamat sepertinya semakin tipis, setelah seorang nelayan menemukan potongan badan pesawat di perairan selatan Filipina.

Tidak hanya badan pesawat, penduduk sekitar juga menemukan potongan tubuh manusia, roda pesawat, dua perahu tempur milik pesawat, dan beberapa dokumen. Penduduk sekitar pantai melaporkan, mereka melihat pesawat yang terjun ke laut dengan satu sayapnya terbakar, sekitar pukul 9 malam. Berikutnya, terdengar ledakan keras di bawah air. Kabar ditemukannya puing-puing pesawat itu dibenarkan oleh Kepala AU Filipina, Letnan Gen. Pedrito Cadungog. ’’Kemungkinan besar puing-puing yang ditemukan tersebut memang milik C-130.’’

Pesawat yang lepas landas pada 8.50 malam (20:50 WIB) dari Bandara Internasional Davao ini, sejatinya akan menjemput 80 anggota Regu Keamanan Presiden di kota Iloilo. Regu ini baru saja mengikuti Presiden Gloria Macapagal Arroyo yang terbang ke sana untuk memberi ucapan bela sungkawa atas seorang kolonel militer Filipina yang tewas dibunuh.

Cadungog sendiri tidak berani berspekulasi tentang penyebab jatuhnya pesawat. Namun Ia menyatakan bahwa sabotase bisa jadi salah satunya. Apalagi cuaca saat itu dikabarkan cerah, dan pesawat keluaran 1971 ini, juga baru diperiksa ulang pada 15 Agustus lalu untuk pencocokan bahan bakar baru. Bahkan, di kalangan militer AU, C-130 disebut sebagai ’’pesawat segala cuaca.’’

Dugaan sabotase ini muncul karena Pasukan AU Filipina memimpin operasi militer melawan pemberontakan Muslim di Mindanao. C-130 salah satunya, diminta militer AS untuk membantu gerakan anti terorisme di wilayah selatan Filipina. ’’Helikopter dan pesawat AU banyak yang menyerang persembunyian pemberontak, jadi jika ada serangan musuh, maka yang menjadi target pertama adalah pesawat-pesawat Angkatan Udara’’ ujar Cadungog. Tapi Ia menduga, para pemberontak tidak mungkin memiliki senjata penembak jarak jauh. Mengingat saat kehilangan kontak, pesawat C-130 tadi sedang terbang dengan ketinggian 5000 kaki (1500 meter).

Hingga saat ini usaha pencarian terus dilakukan dan difokuskan pada radius 30 kilometer dari bandara dan perairan sekitar. Negara juga berencana akan menginspeksi ulang semua pesawat C-130 lainnya. (AP/poe)

DAVAO - Seperti maraton, kecelakaan pesawat diberitakan kembali terjadi. Kali ini menimpa pesawat militer Angkatan Udara (AU) Filipina yang hilang


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News