Ledakan Granat Hancurkan Kepala dan Tangan Bocah 10 Tahun di Bogor

Ledakan Granat Hancurkan Kepala dan Tangan Bocah 10 Tahun di Bogor
Suasana pemakaman korban tewas ledakan granat. Foto: Hendinovian/Radar Bogor

Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, Tatang Sumantri (40) mengatakan, saat meledaknya granat tersebut, warga sempat mengira bahwa suara tersebut adalah bom. Namun warga akhirnya sadar jika ledakan tersebut berasal dari Ibnu dan kawan-kawan yang sedang bermain dengan granat.

“Sebelumnya memang tidak ada yang sadar kalau mereka lagi mainin granat. Kondisi di sini juga lagi tidak ramai, biasa saja,” kata Tatang saat ditemui di lokasi kemarin.

Untuk korban yang dirawat di RSUD Leuwiliang mengalami luka pada kakinya dan tubuhnya akibat percikan granat, sementara untuk korban meninggal bertambah bernama Doni (14) pada pukul 21.00 yang sebelumnya kritis pada pukul 20.30, dan untuk Mubarok mengalami luka parah pada bagian kepala dan tangan kanannya putus terkena ledakan.

“Yang jelas dari tim sedang mengecek asal muasal granat tersebut dan masih diolah, sumber tersebut dari mana, apa bekas belanda atau yang latihan,”kata Kapenrem 061/Suryakancana Mayor Inf Ermansyah kepada Radar Bogor kemarin.

Dandim Kabupaten Bogor, Letkol Inf Harry Eko menuturkan, diduga penemuan granat bekas sisa latihan, dan bukan kodim saja, banyak lagi yang latihan di lapangan tembak. "Memang banyak kesatuan menggunakan lapangan tembak, kemungkinan hanya digunakan pada saat operasi pertempuran, saya analisa umur granat tidak berapa tahun ini, pasti puluhan tahun lalu, karena terakhir operasi tempur 2001-2002 di Aceh,” tuturnya.

Dia menambahkan, kemungkinan dulu banyak kesatuan yang latihan mungkin ada yang masih aktif dan tidak meledak, dan jaraknya dari kampung sekitar 1,5 kilometer. “Sebenarnya sudah ada larangan, imbauan tulisan, orang masuk ke wilayah militer, supaya tidak ada warga yang melintas maupun bermain,” tambahnya.

Salah satu kerabat keluarganya Samsudin mengaku, pihaknya sempat mendengar ledakan yang cukup besar. Padahal lokasinya cukup jauh, namun dentumannya terdengar.

“Biasa anak lagi main ke lapangan tembak buat cari bambu kerisik buat mainan dan menemukan sebuah benda yang diduga granat,”kata pria yang juga bekerja sebagai Kaur Pemerintahan Desa Ciaruteun Ilir itu. (dka/nal)


Dua anak meninggal akibat ledakan granat di Bogor, satu anak lainnya luka pada kaki.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News