Loyalis Khadafi Bajak Pesawat 118 Penumpang

Proses negosiasi kembali berlangsung. Tidak lama kemudian pembajak membebaskan penumpang yang ditahan di pesawat. Dalam hitungan jam, secara bertahap, seluruh penumpang pesawat bebas.
”Pihak Afriqiyah Airways melaporkan bahwa pesawat itu mengangkut 111 orang yang terdiri atas 82 pria, 28 perempuan, dan seorang bayi,” terang Muscat.
Menurut Muscat, dua pembajak yang mengaku sebagai loyalis almarhum pemimpin Libya Moammar Kadhafi tersebut sempat menahan para kru lebih lama. Mereka berencana melarikan diri menggunakan pesawat jika negosiasi gagal. Tapi, mereka juga bisa langsung meledakkan pesawat dengan granat yang mereka bawa.
Namun, keduanya memilih menyerah.
Hadi al-Saghir, legislator yang salah seorang temannya tercatat sebagai penumpang pesawat tersebut, mengatakan bahwa dua pemuda yang membajak pesawat itu berasal dari etnis Tebu di kawasan selatan Libya. Dia juga membenarkan bahwa dua pemuda itu loyalis Kadhafi. Setelah semua penumpang turun, seorang pelaku melambai-lambaikan bendera hijau dari tangga teratas pesawat.
Bendera itu menguatkan klaim dua pembajak bahwa mereka adalah loyalis Kadhafi. Pemimpin yang mengembuskan napas terakhir setelah aksi udara Amerika Serikat (AS) pada 2011 itu memang masih sangat disegani. Belum lama ini pasukan yang mendukung pemerintahan bersatu Libya berhasil menguasai Kota Sirte. Di kota itulah ISIS berkembang dengan sangat pesat sejak Juni 2015. (afp/reuters/bbc/hep/c4/any/jpnn)
JPNN.com - Dua pelaku pembajakan pesawat akhirnya menyerahkan diri, setelah lebih dari empat jam menyandera Afriqiyah Airways, Jumat (23/12).
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Presiden Prabowo Bakal Menganugerahkan Bintang Kehormatan Kepada Bill Gates
- Balas Dendam, Pakistan Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India
- Keluarga Diktator Filipina Ferdinand Marcos Dilaporkan Terkait Transaksi Emas 350 Ton
- Donald Trump Sebut Industri Film di AS Sekarat
- Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Memiliki Nuklir untuk Alasan Apa pun, Pelucutan Total!
- 2 Kapal Wisata Terbalik di China, 3 Orang Tewas & 14 Hilang