JPNN.com

Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Laut Karawang

Minggu, 18 Agustus 2019 – 16:05 WIB Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Laut Karawang - JPNN.com

jpnn.com, KARAWANG - Nelayan di perairan Pusaka Jaya Utara 3, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, menemukan seekor lumba-lumba dalam keadaan mati.

Diduga kuat lumba-lumba ini mati dampak dari tumpahan minyak mentah milik Pertamina di tengah laut Karawang.

Kabar adanya lumba-lumba mati ini beredar dan viral di jejaring media sosial Facebook. Salah satunya di grup Karawang Info (Karin) yang diposting oleh akun atas nama Ahmad NaYouhu.

Menurut Ahmad, lumba-lumba ini ditemukan sudah mengambang dan mati di tepi pantai. Warga yang melihat langsung mengevakuasi ikan nahas ini ke darat dengan alat seadanya.

BACA JUGA: Jadi Model, Lumba-Lumba Mati

Kabar ini membuat geram warga dan langsung mendapatkan beragam komentar. Mayoritas warga menduga jika lumba-lumba ini mati dampak dari tumpahan minyak Pertamina yang mengakibatkan laut Karawang tercemar.

“Limbah Pertamina semua kena dampaknya ikan pada mati,” tulis akun Bayu Kancil, mengomentari postingan itu.

“Duh efek keracunan limbah minyak Pertamina,” komentar lain ditulis Husna Mubarok.

Sejak diposting pada Sabtu (17/8) siang, kabar ini mendapatkan respon 4 ribu lebih pengguna facebook. Beragam komentar juga memenuhi postingan tersebut.

Aktivis lingkungan di Karawang mulai angkat suara perihal kasus pencemaran minyak mentah yang sudah merugikan warga tersebut.

BACA JUGA: KLHK: Tumpahan Minyak Pertamina Sudah Sampai Bekasi

Bahkan Ketua Karawang Explore Hadid Suherman mengatakan, pencemaran minyak ini tidak hanya mengancam permukaan laut dan tambak-tambak, tetapi juga terumbu karang.

Menurut Hadid, berdasarkan observasi yang dilakukan oleh para penyelam Karawang Explore, saat ini kondisi terumbu karang di Karawang masih aman.

Namun saat arah angin berubah keadaan akan berbeda. Pasalnya, ancaman minyak mentah dari sumur blok YYA-1 milik Pertamina ONWJ itu bisa mengancam terumbu karang jika musim angin laut berubah arah.

“Saat ini angin laut masih mengarah ke wilayah barat, tetapi jika angin laut sudah mengarah ke wilayah timur, maka ancaman terhadap terumbu karang akan terjadi,” ujar dia. (ega)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...