Lunasi Utang Rp215 Miliar, GRP Berharap Status PKPU Segera Dicabut

jpnn.com, JAKARTA - Upaya PT Gunung Raja Paksi, Tbk untuk memohon pencabutan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) mendapat sinyal positif.
Kepastian tersebut diperoleh, setelah GRP mulai melakukan pembayaran kepada para Kreditur di PN Jakarta Pusat, pada awal Maret 2021.
“Total utang yang kami bayarkan selama dua hari (sampai 2 Maret 2021-red) ini Rp215 Miliar,” kata kuasa hukum GRP, Rizky Hariyo Wibowo, Selasa (2/3).
Pembayaran utang tersebut ditujukan kepada 64 vendor dan berdasarkan nilai tagihan yang jatuh tempo pada 1 Maret 2021.
Menurut Rizky, pembayaran itu membuktikan memang tidak ada persoalan terhadap finansial GRP.
Apalagi hingga 1 Maret 2021, dana kas GRP berjumlah Rp536 Miliar ditambah piutang usaha Rp180 Miliar.
“Ini membuktikan, bahwa kami memang sanggup membayar seluruh utang yang telah jatuh tempo,” serunya.
Jumlah utang yang dibayarkan itu sendiri, menurut Rizky, mengacu pada Daftar Piutang Tetap (DPT) yang telah jatuh tempo.
PT GRP mulai melakukan pembayaran kepada para Kreditur di PN Jakarta Pusat, pada awal Maret 2021.
- Aero Systems Indonesia Diminta Tetap Beroperasi Meski Ditetapkan PKPU Sementara
- PT Aero Systems Indonesia Ditetapkan Berstatus PKPU
- Ahli Hukum Mempekuat Dalil BUKA dalam Sidang PKPU Melawan Harmas
- PKPU Menjadi Harapan Terakhir Untuk Kembalikan Dana Nasabah PT Fikasa Group
- PT Bali Ragawisata Digugat Pailit ke PN Jakpus, Salah Satunya Diajukan Pemegang Saham
- Warga YVE Habitat Berpotensi Kehilangan Rumah Akibat PKPU di PN Jakpus