Maimun, Dulu Dipecat Kepolisian Sekarang Dipanggil Jokowi

Maimun, Dulu Dipecat Kepolisian Sekarang Dipanggil Jokowi
Haji Maimun, petani penerima penghargaan dari Kementerian Pertanian. Foto: Fathan/JPNN

Dengan lahan tiga hektare, Maimun mengelola wilayahnya menggunakan skema pertanian modern. Dia menanam padi, cabai merah, jagung dan semangka.

"Saya punya lahan sawah 1,5 hektare dan lahan kebun 1,5 hektare. 1,5 hektare saya tanam padi, sedangkan 1,5 hektarenya saya tanami tanaman holtikultura," sambungnya.

Tidak sampai di situ. Maimun memunculkan inovasi baru dalam bertani sehingga disebut pertanian modern.

"Padi yang saya tanam itu tidak saya jual untuk konsumsi. Saya jadikan benih. Jenisnya sekarang Impari 42, Impari 32 dan Cibugu," imbuhnya.

Inovasi itu, tidak terlepas dari peranan pemerintah. Terlebih sejak zaman Jokowi-JK ini, berbagai bantuan untuk petani terus berdatangan.

Mulai dari bantuan pendampingan, bibit, pupuk, alat dan mesin pertanian yang turut menyumbang keberhasilannya seperti saat ini.

Tak tanggung-tanggung, berkat kerja kerasnya dan bantuan pemerintah, Haji Maimun berhasil meraih penghasilan yang cukup besar.

Sebagai petani, Maimun sudah bisa menguliahkan dua anaknya. Bahkan, omzet yang diciptakan Maimun cukup menjanjikan.

Haji Maimun dari Aceh mendapat penghargaan sebagai petani yang memunculkan inovasi modern.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News