'Malaysia' Itu hanya Meniru Jaket dan Helm

'Malaysia' Itu hanya Meniru Jaket dan Helm
CEO Go-Jok Nadiem Makarim. FOTO: Yessy Artada/jpnn.com

Kami yakin akan kecintaan masyarakat dengan Go-Jek saat ini. Kami pasti akan unggul.

Orang juga tahu siapa yang memulai ini duluan ya. Bagus, artinya kita sudah dijadikan contoh dan orang tahu siapa yang meniru.

Sudah berapa banyak driver Go-Jek sampai saat ini?

Member kami sudah ada 10 ribu driver Go-Jek, itu tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali. Dalam sehari bisa sampai 200 aplikasi untuk daftar jadi driver Go-Jek, tapi kan nggak semua langsung diterima. Harus interview sampai tahap akhir.

Go-Jek dianggap melanggar hukum dan ketentuan yang berlaku karena sepeda motor atau ojek, tidak termasuk angkutan umum?

Ya memang, motor itu bukan termasuk angkutan umum. Tapi kita juga harus sama-sama lihat bahwa keberadaan ojek ini tidak bisa dikesampingkan, bahwa masyarakat memang butuh ojek. Kendaraan yang cepat untuk menerobos kemacetan. Kami selalu terbuka dengan pihak manapun untuk membicarakan masalah ini.

Apa harapannya dengan adanya Go-Jek?

Misi kami, bagi mereka yang nggak dapat kesempatan bekerja karena terbentur pendidikan formal atau dia harus bekerja dan mengurusi adeknya karena ibunya sudah meninggal dan sebagainya kami bisa menjadi solusi. Go-jek menjadi terobosan dengan penghasilan yang tinggi. Go-Jek jadi suatu harapan untuk mereka yang tidak bisa menikmati pendidikan formal tapi bisa tetap bekerja. Karena daftar Go-Jek tidak ada batasan pendidikan formal. (chi/jpnn)

NAMA Nadiem Makarim belakangan melejit dan jadi buah bibir banyak orang. Lewat trobosan aplikasi yang ia cetuskan, pria lulusan Harvard University


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News