Mantan Jubir Gus Dur: Jokowi-JK Prorakyat Cuma Omong Kosong

Mantan Jubir Gus Dur: Jokowi-JK Prorakyat Cuma Omong Kosong
Mantan Jubir Gus Dur: Jokowi-JK Prorakyat Cuma Omong Kosong

jpnn.com - JAKARTA - Juru bicara Kepresidenan era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M Massardi mengatakan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memiliki pemahaman yang salah terhadap paham anti neoliberal yang mereka tentang. Buktinya menurut Adhie, agar dibilang tidak Neolib, pemerintahan Jokowi-JK mengekspresikan kebijakan yang tidak tunduk kepada mekanisme pasar (internasional) dalam hal BBM.

“Neolib adalah aliran pemikiran (ekonomi) yang memasrahkan diri kepada mekanisme pasar. Pemerintahan Neolib adalah pemerintahan yang seluruh kebijakannya berpihak kepada (fundamentalisme) pasar (pemilik modal, IMF, Bank Dunia dan Amerika), dan tidak kepada rakyat. Jokowi-JK tidak mau dicap seperti ini, makanya ketika harga BBM di dunia turun, mereka malah menaikan. Ini yang saya bilang mereka salah memahami,” kata Adhie, kepada wartawan, Selasa (9/12).

Dia jelaskan, kebijakan "anti neolib" yang salah kaprah ini kalau tujuannya untuk menutupi defisit APBN, ini cara konyol. "Langkah Jokowi-JK menaikan BBM disaat harga BBM dunia turun mencerminkan kemalasan berpikir dan bukti bahwa pemerintahan Jokowi-JK yang prorakyat itu hanyalah omong kosong,” tegasnya.

Rezim yang dibangun atas dasar kebohongan lanjutnya, nanti juga akan terbongkar. "Kebohongan yang akan terbongkar setelah kebohongan kenaikan harga BBM adalah kenaikan harga tarif dasar listrik," ujarnya.

Dtegaskan Adhie, tidak ada alasan menaikan tarif dasar listrik karena listrik di Indonesia saat ini sebagian besar diproduksi dari pembangkit BBM dan ketika BBM dunia turun. "Seharusnya, tarif dasar listrik juga turun. Kalau dinaikan yah itu tadi, Jokowi-JK salah memahami anti neolib,” pungkasnya. (fas/jpnn)


JAKARTA - Juru bicara Kepresidenan era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M Massardi mengatakan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News