Medan Darat Sulit, Evakuasi Aviastar Lewat Udara

Medan Darat Sulit, Evakuasi Aviastar Lewat Udara
Medan Darat Sulit, Evakuasi Aviastar Lewat Udara
JAKARTA - Medan darat yang sulit dan cuaca yang buruk menjadi kendala dalam proses evakuasi pesawat Aviastar yang jatuh Senin (29/6) lalu. Juru bicara Badan SAR, Gagah Prakoso, mengungkapkan bahwa pada pukul 12.00 WIT, Rabu (1/7) ini, tim evakuasi dari Brigadir Mobil (Brimob) Timika, sudah berencana mendatangi lokasi dengan menggunakan helikopter Bell Air milik PT Freeport. Namun, rencana itu dibatalkan karena cuaca buruk.

Selain cuaca, kondisi medan juga menjadi kendala utama proses pencarian dan evakuasi. "Karena itu, peluang besar untuk melakukan evakuasi korban dan pesawat hanya bisa dilakukan lewat jalur udara. Kalau melalui jalur darat, medannya terlalu berat," ujar Gagah Prakoso.

Ditemukannya bagian badan pesawat jenis Twin Otter yang membawa sembako tersebut, menjadi kabar gembira bagi tim pencari. Pasalnya, sejak putusnya komunikasi, proses pencarian selalu berbuah nihil. "Kita semua menginginkan yang terbaik. Semoga awak pesawat bisa kita temukan dan masih dalam keadaan selamat," harapnya.

Pesawat terbang milik maskapai penerbangan Avia Star Airlines yang hilang saat menerbangi rute Dekai-Wamena itu, tercatat membawa tiga orang. Masing-masing yakni Frans Nobel (pilot), Dedy (co-pilot) dan Ahmad Choirun (mekanik pesawat), serta membawa muatan 1.617 kg barang dari Kabupaten Yahokimo, Papua. Sebelum menghilang, pesawat dengan nomor PK-BRO ini dikabarkan telah berangkat dari Bandara Kecamatan Bekai, Kabupaten Yahokimo, Papua, sekitar pukul 15.30 WIT. (lev/JPNN)

JAKARTA - Medan darat yang sulit dan cuaca yang buruk menjadi kendala dalam proses evakuasi pesawat Aviastar yang jatuh Senin (29/6) lalu. Juru bicara


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News