Mega for President

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Mega for President
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato pada perayaan HUT ke-50 PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1). Foto : Ricardo

Proses konvensi sangat keras, ketat, dan berat, karena harus bersaing dengan kandidat lain.

Konvensi juga memakan waktu berbulan-bulan dan menelan biaya politik yang sangat besar.

Kalau tidak mendapat sokongan dana dari pendonor, seorang calon akan rontok di tengah jalan.

Seorang calon yang memenangkan konvensi sudah teruji kemampuan dan kualitasnya.

Di Indonesia, seorang calon presiden mendapatkan tiket pencalonan melalui penunjukan langsung.

Tidak ada proses konvensi yang dilalui, sehingga kualitasnya tidak bisa diuji oleh publik.

Anies Baswedan yang dicalonkan oleh Partai Nasdem diuji melalui rekam jejaknya selama menjadi gubernur DKI.

Prabowo Subianto diuji melalui rekam jejaknya selama menjadi menteri pertahanan.

Memilih Mega sebagai calon presiden adalah hak preogratif yang tiketnya dikantongi sendiri oleh Megawati.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News