Senin, 20 Mei 2019 – 10:12 WIB

Membedah Kekuatan Adidaya Ulama

Kamis, 09 Agustus 2018 – 18:10 WIB
 Membedah Kekuatan Adidaya Ulama - JPNN.COM

Realita ini tak terbantahkan lagi. Hal ini Membuktikan bahwa jiwa patriotisme dan daya juang mahasiswa telah terbunuh. Mahasiswa sudah tak punya taring lagi untuk menggigit kebijakan- kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Ulama Juru Kunci Kemenangan Pilpres 2019

Siapapun bisa berdalih, siapapun bisa menafsir, itulah seninya dalam politik. Politik ibarat kata seperti mesin ATM, di dalamnya banyak uang tetapi perlu pin atau password yang benar agar bisa ditunaikan. Oleh karena itu, menurut Penulis bahwa Ulama adalah Password tersebut yang akan menjadi kunci misi 2019 ganti Presiden.

Berawal dari Kasus penistaan agama yang menimpa Ahok, gerakan ulama mulai mendapat tempat dihati rakyat. Patut diakui bahwa gerakan yang telah mengundang tangisan nurani serta mengobarkan semangat jutaan manusia itu telah berhasil menyatukan umat Islam. Maka tidak ada yang mustahil bahwa keberpihakan ulama menjadi rahasia dibalik kemenangan Pilpres ditahun 2019.

Revolusi sebuah negara di dunia tidak sedikit disebabkan oleh konstruksi pikiran dari tokoh-tokoh besar yang penulis istilahkan sebagai “the great Individual”. Tokoh-tokoh besar (great Individual) inilah biasanya berada pada gerbong oposisi yang terus mengkritik dan menentang kebijakan pemerintah, sekaligus sebagai penawar dahaga disaat negara kehilangan kendali.

Banyak fakta sejarah yang mengisahkan perananan tokoh-tokoh besar atau tokoh tokoh agama. Misalnya, Gerakan revolusi Iran pada tahun 1979 yang diprakarsai oleh Ayatullah Khomeini yang menentang program “Reformasi Putih" di bawah pimpinan Syah Reza Pahlevi.

Reformasi agraria dan tercatat bahwa sudah beberapa kali mahasiswa menancapkan taji intelektualitasnya secara aplikatif dalam memajukan peradaban bangsa ini dari masa penjajahan Belanda, Masa Penjajahan Jepang, Masa Pemberontakan PKI, Masa Orde Lama, Hingga Masa orde baru. Peran mahasiswa hampir tidak pernah absen untuk selalu ikut serta dalam mengawal dan mendukung perjuangan bangsa Indonesia.

Pendidikan yang sengaja dibuat oleh sekutunya Amerika Serikat untuk mempersempit pengaruh kaum Mullah atau bangsawan Iran dan tuan tanah.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar